Menu

Mode Gelap
 

Ilmu Tafsir · 1 Agu 2022 WIB ·

Al-Qur’an dalam Perespektif Imam Syafi’i


 Al-Qur'an dalam Perespektif Imam Syafi'i Perbesar

Al-Qur'an dalam Perespektif Imam Syafi'i

Islaminesia – Al-Quran adalah sumber beragama setiap muslim, meneliti tentangnya oleh para ahli tafsir adalah sebuah keharusan. Di masa setelah generasi sahabat, generasi tabi’in, walaupun secara spesifik studi seperti ini belum tersentuh secara total, namun untuk sedikit kesinggungan dengannya pasti pernah mereka rasakan, Saiid ibnu al-musayyih misalnya, beliau adalah sosok yang mendapat julukan sayyidut tabi’iin menjadi guru besar para pengikut sahabat yang banyak meriwayatkan hadis, termasuk dari tujuh ulama besar kota madinah saat itu.

Di sisi lain zaman tersebut banyak membawa berkah. Hal itu, karena banyak para ulama telah berhasil menelurkan konsep-konsep islam benar ke dalam karya mereka, sebagai jawaban permasalahan agama. Dengan demikian banyak yang membukukan hadis salah satunya adalah Imam Al-Syafi’I, beliau memiliki semangat yang tinggi dalam belajar, selain itu beliau memunculkan konsep-konsep ke dalam karya sebagai jawaban permasalahan dan menjadikan rujukan terhadap umat setelah mereka. 

Imam Syafi’i dalam Memahami Al-Qur’an

Imam Syafi’I sudah hafal Al-Quran dalam usia sangat dini ketika masih di Gaza dan beliau berada di makkah, beliau memulai belajar hadis dan bebraps guru hadis. Imam Syafi’I sangat rajin menghafal. Kemudian pergi ke desa untuk mengasah bahasa dari khabilah hudzail dan mendalami bahasa arab. 

Banyak yang didapat dari Imam Syafi’I baik berupa penguasaan bahasa dan syair dapat membantunya dalam memahami kandungan Al-Quran. Kemudia beliau kembali ke makkah dan belajar ilmu agama kepada sufyan bin uyainah, beliau belajar fikih dan hadis. Imam Syafi’I pergi ke madinah setelah beliau menghafal kitab Al-Muwaththa karya imam malik. Pada waktu itu Muhammad bin idris sudah 20 tahun , kemudian berguru pada imam malik selama 7 tahun . setalah itu pergi ke yaman mencari nafkah. Di sana beliau bertemu umar bin abi salamah, imam syafi’I sudah mengambil fiqhnya. Pada tahun 184 H imam syafi’I di bawa ke Baghdad dengan tuduhan menentang dinasti abbasiyah. Tuduhan itu akhirnya tidak terbukti. 

Pada akhir hayatnya ia menetap di mesir selama hampir 6 tahun di sana, beliau mengajar serta menyusun bebrapa kitab. Di mesir beliau memberi pelajaran fatwa-fatwanya kemudian terkenal dengan nama Qaul Jadid. Imam Syafi’I meninggal di mesir tahun 204 H atau 822 M

Guru-guru Imam Syafi’i

Guru-guru imam syafi’I menerima fiqh dan hadis dari banyak guru yang masing-masing mempunyai manhaj dan tinggal ditempat yang berjauhan. Ada diantara gurunya yang mu’tazili yang mengatakan ilmu kalam yang tidak disukainnya. Imam Syafi’I mendapatkan ilmunya dari banyak guru yang tersebar di seluruh negeri islam dan para fuqaha’.

Pemikiran imam syafi’I tentang al-quran 

Besar keyakinan akidah seseorang sangat mendominasi baik di bidang fikih ataupun persoalan Ql-Quran. Menurutnya al-quran adalah kalamullah bukan makhluk. Al-quran adalah wahyu yang disampaikan kepada rasulullah. Alquran dan as-sunnah adalah dasar allah untuk diikuti. Tidak ada perselisihan keduanya. Imam syafi’I juga berpesan barang siapa mempelajari Al-Quran, mulia kedudukannya, barang siapa berbicara tentang fiqh akan tumbuh kemampuannya. Dapat disimpulkan beliau menganggap setiap yang diturunkan allah adalah rahmat dan hujjah. Segala permasalahan, kejeliruan beliau kembalikan kepada Al-Quran dan hadis 

Qaul qadim dan qaul jadid

Hukum islam adalah hukum yang bersumber dari wahyu allah, di masa system berpikirannya berpangkal pada alquran dan hadis. Qaul qadim secara bahasa bentukan dari 2 kata qaul artinya perkataan, pendapat atau pandangan. Sedangkan qadim artinya masa sebelumnya atau masa lalu. Jadi qaul qadim adalah pandangan fikih al-imam al-syafi’I versi masa lalu. Sedangkan kebalikan istilah qaul qadim adalah qaul jaded. Jaded artinya baru, maka qaul jadid adalah pandangan fikih al-imam syafi’I menurut versi yang terbaru.

Baca Juga: Degradasi Moral di Kalangan Remaja Islam Pada Zaman Modern

Qaul qadim dan qaul jadid adalah sekumpulan fatwa, bukan satu atau dua fatwa. Memang seharusnya digunakan istilah aqwal yang bermakna jamak, namun mengapa istilah itu terlanjur melekat, sehingga sudah menjadi lazim untuk disebut dengan istilah qaul qadim dan qaul jadid. Qaul qadim adalah pendapat imam al-syafi’I yang pertama kali difatwakan ketika beliau tinggal di bagdad irak. Sedangkan qaul jadid adalah pendapat imam al-syafi’I ketika beliau tinggal di mesir yang melihat fenomena social yang terjadi di masyarakat pada waktu itu dengan memperbaharui, menaskh pendapat lamanya ketika berada di irak. 

Karya-karya imam syafi’I 

1. Kitab Ar-Risalah

Merupakan kitab ushul fikih yang pertama dikarang dan karenanya imam al-syafi’I di kenal sebagai peletak ilmu ushul fikih. Di dalamnya diterangkan pokok-pokok pikiran imam al-syafi’I dalam menetapkan hukum.

2. Kitab Al-Umm

Kitab ini berisi masalah-masalah fikih yang di bahas berdasarkan pokok-pokok  pikiran beliau yang terdapat dalam al-risalah. Memuat bebrrapa pertanyaan unik dan dasar-dasar hukum yang sangat bermanfaat. 

Kesimpulan 

Dalam perjalanan belajarnya beliau tercatat telah berhasil mendasar di beberapa daerah jazirah arab, seperti di mekkah, kemudian madinah, yaman, bashrah/bagdad dan mesir. Menuruit imam syafi’I al-quran adalah kalamullah. Al-quran itu wahyu yang di sampaikan kepada rasulullah. Alquran dan hadis merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat di pisahkan. Keduanya adalah ibarat dua mata. Alquran adalah undang-undang yang telah allah tetapkan untuk nabi-Nya dan umatnya sesuai maksud yang diinginkan oleh-nya.

Baca Juga: Pentingnya Al-Qur’an Dalam Kehidupan Manusia

Penulis: Siti Nur Aisah

Refrensi:

1. Abuddin, Nata. 2006. Masail Al-Fiqhiyah. Jakarta: kencana 

2. Ahmad, Asy-Syurbasi. 2003. Mutiara Zaman. Jakarta: Pustaka Qalami

3. Ahmad, Farid. 2006. 60 biografi ulama salaf, cet 1. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

4. H.A Djazuli. 2006. Ibnu fiqh. Jakarta: Kencana

5. Rasyad, Hasan Khalil. 2010. Tarikh Tasyri. Jakarta: Amzah

6. Rahmatullah. 2008. Musnad imam syafi’i. Jakarta: Pustaka Azzam

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengertian Wali

7 Agustus 2022 - 14:17 WIB

Wali

Penjelasan Al-Quran dan Hadis Tentang Karomah Wali

7 Agustus 2022 - 13:30 WIB

Karomah Wali

Menikah Atau Menjomblo

6 Agustus 2022 - 15:50 WIB

Menikah Atau Menjomblo

Penyebab Manusia Terdorong Mengikuti Hawa Nafsunya

6 Agustus 2022 - 15:02 WIB

Penyebab Manusia Terdorong Mengikuti Hawa Nafsunya

Pentingnya Al-Qur’an Dalam Kehidupan Manusia

1 Agustus 2022 - 15:02 WIB

Pentingnya Al-Qur'an Dalam Kehidupan

Fakta Ilmiah Penyembelihan Hewan Dengan Basmalah, Hikmahnya Sesuai Medis

30 Juli 2022 - 13:49 WIB

Fakta Ilmiah Penyembelihan Hewan Dengan Basmalah, Hikmahnya Sesuai Medis
Trending di Hikmah Syari'at