Kadal yang Mengakui Kenabian Muhammad SAW

Sumber: pleisbilongtumi.wordpress.com

Sumber: pleisbilongtumi.wordpress.com

Islaminesia.com—Nabi Muhammad SAW sedang duduk bersama sejumlah sahabatnya saat seorang Arab Badui tiba-tiba mendatangi mereka. Ia berbicara dengan suara keras dan congkak, lalu bertanya kepada Nabi SAW, “Siapa engkau?”

Mereka yang hadir bersama beliau langsung menjawab, “Wahai pria sombong! Ini adalah utusan Allah dan pemimpin kami.”

Pria itu kemudian menatap Nabi SAW dan berkata, “Sumpah demi dua berhala besar; Latta dan Uzza! Tidak ada orang yang lebih saya benci kecuali engkau. Ketahuilah, bila saya tidak khawatir kabilahku mengatakanku seorang yang tergesa-gesa, maka sudah pasti aku membunuhmu!”

Nabi SAW berkata, “Wahai pria! Sifat itu tidak baik untukmu. Jangan berlaku kasar dan keras. Berimanlah kepada Allah, bila tidak engkau akan binasa.”

Pria Arab Badui itu berkata, “Saya tidak akan pernah beriman…” Setelah itu ia mengambil anak kadal dari balik bajunya dan melanjutkan ucapannya, “… Kecuali kadal ini beriman kepadamu!

Setelah itu ia melempar anak kadal itu ke depan kaki Nabi SAW. Beliau memandang anak kadal itu dan berkata, “Wahai anak kadal!”

Tiba-tiba anak kadal itu bersuara dan menjawab, “Iya, wahai Rasulullah.” Semua yang hadir terpana dan takjub melihat apa yang sedang terjadi.

Nabi SAW melanjutkan pertanyaannya, “Siapa yang engkau sembah?”

Anak kadal itu menjawab, “Zat yang Arsy-Nya berada di langit dan keagungan-Nya di bumi. Jalan-Nya di laut, Rahmat-Nya di surga dan azabnya di neraka.”

Nabi SAW bertanya lagi, “Siapa saya?”

Anak kadal itu menjawab, “Engkau adalah utusan Allah dan pamungkas para nabi. Barangsiapa yang beriman kepadamu akan selamat dan siapa yang tidak beriman akan merugi!”

Mereka yang hadir tidak dapat mempercayai apa yang dilihatnya. Pria Arab Badui itu begitu terpengaruh menyaksikan peristiwa di depan matanya dan berkata kepada Nabi SAW, “Ketika saya mendatangimu, engkau adalah orang terburuk di mataku, tapi kini engkau adalah orang terbaik di atas bumi. Sekarang saya bersaksi bahwa tidak Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan-Nya.”

Ia kembali ke kabilahnya dengan iman yang sempurna dan menceritakan apa yang barusan terjadi padanya. Setelah itu ia meminta mereka untuk beriman kepada Allah SWT. Mereka menerima ajakannya, sehingga setidaknya sekitar 1000 orang dari kabilahnya memeluk Islam.

*Sumber: “Sad Pand va Hekayat” Nabi Muhammad Saw.

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.