Sejarah Singkat Profesi (Pekerjaan) Perempuan

 

sumber: media.ihram.asia

sumber: media.ihram.asia

Islaminesia.com–Pada zaman ini, menyediakan makanan, membuat alat atau perlengkapan-perlengkapan rumah tangga serta aktivitas-aktivitas yang menghasilkan upah semuanya dilakukan di luar rumah. Akan tetapi, dahulu pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan hal tersebut dilakukan oleh perempuan di dalam rumah.

Setelah jaman batu (800-1000 tahun SM), perempuan melakukan aktivitas pertanian untuk keluarga, tetapi aktivitas-aktivitas ini tidak bermakna sebagai profesi sebagaimana saat ini. Setelah itu, dengan berkembangnya muamalah tukar menukar dan kemudian memakai mata uang, perempuan memikul pekerjaan seperti menyulam dan merajut serta industri kerajinan-kerajinan tangan dan perdagangan.

Pada masa kemunculan Islam dan kehadiran Nabi Muhammad SAW, ditemui berbagai profesi pada perempuan. Seperti istri Abdullah bin Mas’ud dan Zaenab binti Jahsy yang membuat industri-industri kerajinan tangan. Pada awalnya, adanya aktivitas ini hanya untuk mengisi perkara-perkara dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangganya, suaminya yang buta dan kebutuhan anak-anaknya. Kedua, hasil dari pendapatan tersebut diberikan untuk hal-hal baik seperti infak.

Sa’idah Asadiyah menyulam dan merajut, Zaenab Haulaa dahulu dikenal sebagai penjual eceran parfum yang menjajakan parfumnya dari rumah ke rumah penduduk Medinah.

Dalam sejarah didapatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan izin keluar rumah kepada para perempuan untuk mencari rezeki dihari-hari raya dan menggelar lapaknya di depan masyarakat. Ummu ‘Athiyah Anshari dahulu adalah salah satu dari perias perempuan-perempuan di masa kenabian. Dahulu, menggembala juga merupakan bagian dari pekerjaan yang dilakukan oleh para perempuan

Al-Quran menceritakan perihal pekerjaan ini melalui kisah tentang putri-putri Nabi Syuaib as. Pekerjaan dan profesi perdagangan dan hal-hal perniagaan juga mempunyai sejarah yang panjang. Khadijah al-Kubra adalah contoh dari saudagar-saudagar perempuan yang mengatur karawan-karawan besar dengan memodali serta menempatkan wakil-wakilnya dalam berdagang atau berbisnis. Syafa binti Abdullah dari golongan perempuan-perempuan muhajir adalah pebisnis yang cerdik dimana terkadang Rasulullah SAW mendatangi beliau. Selain itu, profesi bidan, mengajar, dan mendidik juga merupakan profesi-profesi dimasa lalu yang diemban oleh perempuan. (FJR/FH)

*Diterjemahkan dari Buku Zan Dar Islam.

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.