PM Yaman : Banyak Anak-anak Tewas Akibat Serangan Arab Saudi

1Islaminesia.com – Perdana Menteri Yaman, Abdel-Aziz bin Habtour menyatakan, banyak anak-anak yang tewas dalam serangan udara Arab Saudi dan sekutunya dan jumlah mereka lebih banyak dari yang diumumkan oleh lembaga-lembaga internasional.

Bin Habtour mengemukakan hal itu dalam pertemuannya dengan Murad Wahbah, Deputi Sekjen PBB yang berkunjung ke Yaman dan mengatakan, “Dunia tidak mengetahui banyak fakta tentang agresi Arab Saudi ke Yaman termasuk tewasnya anak-anak dan warga sipil dalam serangan Arab Saudi.”

Dengan menyaksikan krisis Yaman dapat disaksikan sikap reaktif masyarakat dunia dan ketidakpedulian mereka dalam berbagai bentuknya di hadapan kejahatan multidimensional Arab Saudi.

Terkait krisis Yaman, lembaga-lembaga internasional mendapat tekanan hebat dari rezim-rezim Barat dan politik ancaman Arab Saudi sehingga mereka tidak mampu merilis laporan-laporan faktual terkait kejahatan mengerikan Arab Saudi di Yaman. Masing-masing lembaga tersebut hanya menyinggung satu sisi kecil dari fakta yang terjadi di Yaman.

Arab Saudi yang mengkhawatirkan protes opini publik dan meminta para pendukungnya untuk menggunakan berbagai macam cara agar menutupi berbagai fakta di Yaman. Langkah Arab Saudi mencegah pembentukan komite pencari fakta independen yang akan menyelidiki berbagai dimensi kejahatan negara itu di Yaman, juga termasuk di antara berbagai upaya Saudi untuk menyembunyikan tindak kriminalnya.

Pencegahan dan pelanggaran Arab Saudi bersama para pendukungnya di hadapan aktivitas lembaga-lembaga internasional di Yaman juga merupakan faktor lain yang menyebabkan mengapa hingga saat ini tidak ada laporan terperinci dan faktual soal tragedi akibat agresi Arab Saudi ke Yaman. Kinerja lemah lembaga-lembaga internasional di hadapan krisis Yaman telah membuat para pejabat Arab Saudi merasa lebih tenang untuk melanjutkan kejahatan mereka di Yaman.

Hasil dari kinerja tersebut adalah tewasnya warga sipil di Yaman dan perusakan seluruh infrastruktur penting Yaman yang menambah penderitaan rakyat di negara Arab miskin tersebut. Selain itu, tragedi yang diciptakan Arab Saudi di Yaman juga membuat lembaga-lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kebingungan. Langkah PBB mencantumkan nama Arab Saudi dalam daftar hitam negara-negara pelanggar anak serta penganulirannya segera setelah pengumumannya, kemudian pencantuman kembali nama Saudi dalam daftar tersebut, itu pun dalam kerangka koalisi militer pimpinan Riyadh, menunjukkan betapa PBB kebingungan menyikapi fenomena ini.

Apa yang dilakukan PBB juga sekaligus merefleksikan keterlibatan lembaga internasional ini dalam memainkan opini publik dunia. Langkah PBB itu justru pada hakikatnya untuk menutupi kejahatan Arab Saudi. Bahkan utusan Sekjen PBB untuk urusan Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, juga bertindak selalu pendukung politik Arab Saudi. Menurut banyak analis, pejabat PBB itu telah menjadi elemen pemulus politik Saudi di Yaman dan menjadi bagian dari masalah, bukan solusi.

Jelas bahwa langkah formalitas PBB tidak mampu mencegah kejahatan Arab Saudi di Yaman. Apalagi telah terbukti petrodollar Riyadh dan juga kekuatan politik Amerika Serikat bahkan mampu mencegah PBB berinisiatif membentuk sebuah komite pencari fakta untuk krisis Yaman. Hingga kini lembaga internasional ini belum menunjukkan kinerja positif menyangkut Yaman dan masalah ini sangat berpengaruh pada opini publik internasional. (II/TF/Parstoday)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.