Militer Filipina Konfirmasi Tewasnya Pimpinan ISIS Asia Tenggara

1Islaminesia.com – Menteri Pertahanan Filipina, Senin (16/10), melaporkan Isnilon Hapilon, seorang gerilyawan ISIS, tewas dalam pertempuran merebut sebuah kota di Filipina yang dikuasai pemberontak.

Hapilon masuk dalam daftar “teroris yang paling dicari” Amerika Serikat. Para analis keamanan meyakini Hapilon sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara. Ia ingin membangun kekhalifahan di sini karena ISIS menghadapi kekalahan di Irak dan Suriah.

“Pasukan kami mampu menemukan Isnilon Hapilon dan Omar Maute. Mereka berdua terbunuh,” kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana seperti dilansir kantor berita AFP. Omar adalah tokoh ISIS lain yang bersama Hapilon memimpin serangan di kota Marawi, Filipina selatan, Mei lalu.

Sebelumnya, pemerintah AS menawarkan hadiah 5 juta dollar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Hapilon, pria 51 tahun yang menjadi pemimpin senior kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina selatan. AS menyebut kelompok ini sebagai “organisasi teroris asing”.

Lorenzana mengatakan, pasukan darat Filipina yang melakukan serangan terakhir terhadap militan di Marawi berhasil menewaskan Hapilon dan Omarkhayam Maute, Senin pagi.

Mayat kedua pria tersebut akan menjalani tes DNA menyusul tawaran hadiah dari pemerintah AS dan Filipina, tambahnya.

“Implikasi dari perkembangan ini adalah bahwa insiden Marawi sudah hampir berakhir dan kami mungkin akan mengumumkan penghentian pertempuran dalam beberapa hari,” kata Lorenzana.

Militer Filipina mengatakan Hapilon bergabung dengan kelompok Maute pada 23 Mei untuk membuat kekacauan di Marawi. 

Pasukan bersenjata pro-ISIS menduduki sebagian daerah Marawi, kota Muslim Filipina yang mayoritas Katolik, juga pada 23 Mei. Sejak itu lebih dari 1.000 orang terbunuh dan 400.000 orang mengungsi.

Lorenzana menambahkan, tentara Filipina masih mengejar pemimpin militan Malaysia Mahmud Ahmad di zona pertempuran Marawi. Menurut pihak berwenang setempat, Ahmad dianggap membantu merencanakan serangan Marawi. (II/TF/NU Online)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.