Israel Serang Tepi Barat, 17 Warga Gaza Terluka

1Islaminesia.com – Sedikitnya 17 warga terluka dan puluhan lainnya sesak nafas akibat tindakan represif Israel kemarin siang Jumat (6/10) di kampung Umm Sharayet di Ramallah, Tepi Barat pusat. Sementara sebanyak 5 demonstran di utara Jalur Gaza terluka akibat serangan Israel.

Sumber setempat menyatakan, pasukan Israel menggeledah kampung Umm Sharayet di Ramallah, Tepi Barat pusat dengan tembakan peluru tajam dan gas air mata. Para pemuda Palestina di sana menghadang pasukan Israel dan terjadi bentrokan sengit. Akibatnya, sejumlah warga terluka.

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan, timnya mengevakuasi dua korban luka tembak logam ke sejumlah RS di Ramallah. Relawan dan tim ambulan juga menangangi 10 korban luka di lokasi kejadian.

Saksi mata menyatakan, pasukan Israel menangkap dua warga saat menggeledah bangunan hunian di jalan Abu Kuwaik di kampung Umm Sharayet.

Pasukan Israel melakukan penggeledahan ke sejumlah perkampungan dan kota Palestina yang diwarnai bentrokan dengan pemuda Palestina.

Pagi sebelumnya, pasukan Israel menutup sebagian besar jalan-jalan akses kota Ramallah – Nablus selama beberapa jam. Selain itu, perlintasan Zatar juga ditutup dengan alasan pengamanan acara Marathon yang dilakukan warga pemukim yahudi.

Penutupan itu memaksa warga menempuh jalan alternatif yang melingkar. Israel menyatakan pentupan akan berlangsung sampai siang.

Tanpak di jalan-jalan kendaraan militer menyebar untuk mengamankan marathon. Jalan-jalan ditutup.

Di desa Yabud, barat daya Jenin, Israel menangkap seorang pemuda yang diketahui bernama Abud Hirzullah setelah mereka menggeledah wilayah itu dan rumahnya.

Represif Aksi Longmarch Hebron

Di sisi lain, pasukan Israel siang kemarin Jumat juga melakukan kekerasan terhadap aksi longmarch damai Palestina yang menuntut pembukaan jalan utama menuju desa Qalqus, selatan Hebron.

Sumber setempat menyatakan, sejumlah warga mengalami sesak nafas akibat gas air mata yang dilepas Israel ke arah demonstran. Mereka menuntut pembukaan jalan sebab sejumlah warga pernah meninggal dunia karena harus memutar jauh karena usia atau sakit.

Selain itu, Israel juga melakukan kekerasan terhadap sejumlah aktivis kemanusiaan dan media yang meliput aksi longmarch itu.

Pasukan Israel menutup jalan tersebut sejak tahun 2000 bersamaan meletusnya Intifadhah Al-Aqsha, yang merupakan jalan utama desa Qalqis. Sehingga selama 17 tahun jalan itu terisolasi.

Korban Luka di Gaza

Sementara  di Jalur Gaza, 5 demonstran di utara Jalur Gaza, tepatnya di timur Jabalia terluka akibat serangan Israel.

Juru bicara kemenkes Palestina di Gaza, Asyraf Qadurah menyatakan, empat warga mengalamu luka ringan akibat tembakan peluru karet Israel dan gas air mata.

Sementara satu warga lainnya luka sedang akibat tembakan api di bagian kakinya di timur Buraij.

Setiap jumat warga Jalur Gaza menggelar unjuk rasa memprotes dan menuntut pembukaan blokade Jalur Gaza di perbatasan-perbatasan Jalur Gaza. (II/TF/Palinfo)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.