IDE-Kemenpora Gelar Konferensi Internasional Pemuda Muslim

Islaminesia.com, INSTITUTE of Democracy and Education (IDE) Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar International Conference on Islamic Youth Education 2017 bertujuan untuk memfasilitasi pemuda dari 56 negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC) untuk mendiskusikan isu-isu mengenai pendidikan Islam dan kesejahteraan pemuda di negara-negara muslim.

Acara ini berlangsung pada 5-6 Oktober di Jakarta, dan 6-9 Oktober di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat.

Direktur Eksekutif IDE, Gugun Gumilar, mengatakan, kegiatan itu akan membahas mengenai revitalisasi pendidikan dan peradaban Islam, peran pemuda melalui pendidikan Islam dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), peran pemuda dalam mengintegrasikan SDGs dengan nilai-nilai Islam, perkembangan pendidikan Islam dalam merespons perubahan dan perkembangan zaman yang terus berkembang dan peran Islam dalam menanggulangi isu terorisme dan radikalisme.

Gugun menambahkan, konferensi itu juga bertujuan membahas mengenai sistem pendidikan Islam di negara-negara islam pascakolonialisme, serta pentingnya mengintegrasikan pendidikan moral atau agama dalam kurikulum pendidikan saat ini.

International Conference on Islamic Youth Education 2017 mendorong pemahaman peserta dan menghasilkan gagasan-gagasan terbarukan mengenai peran pendidikan Islam dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Para peserta yang berasal dari negara-negara anggota OIC juga diharapkan dapat mempelajari secara langsung mengenai kondisi serta perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai agama serta budaya, menambah wawasan pendidikan, memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat sekitar, serta mampu menggagas metode atau solusi dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, dialog dan pluralisme, serta mampu berkontribusi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan komunitas pemuda OIC, serta membangun jembatan untuk meningkatkan persatuan dan solidaritas antara pemuda OIC.

“Bersama Kemenpora, IDE Indonesia mengundang 56 pemimpin muda dari negara-negara anggota OIC untuk berpartisipasi dalam International Conference on Islamic Youth Education 2017. Para peserta tidak hanya belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam berbicara di depan umum, tetapi juga akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari orang-orang berpengaruh di Indonesia yang akan membahas mengenai pendidikan pemuda Islam di abad 21,” kata Gugun melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/10).

Lebih jauh ia mengatakan bahwa Bangsa Indonesia tegas dalam memberantas terorisme dan ekstremisme karena karakteristiknya yang sangat khas, yang mana sebagai negara muslim paling besar tetapi pada saat yang sama Indonesia merupakan negara demokratis, dan juga negara yang plural dan toleransi. Maka forum tersebut tepat untuk mendorong perubahan para pemuda OIC.

“International Conference on Islamic Youth Education 2017 mempertemukan para pemuda dan pemangku kepentingan dari negara-negara anggota OIC, akademisi, pemerintah, non-pemerintah, Perserikatan Bangsa-Bangsa, bank pembangunan, pebisnis, dan masyarakat sipil, untuk memastikan bahwa pendidikan dapat diprioritaskan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan dari tingkat global, nasional, hingga lokal. Forum ini juga akan menghasilkan Deklarasi Pemuda Dunia untuk mendorong komitmen bersama dalam memerangi xenofobia, rasisme, intoleran, kemiskinan, dan ketimpangan,” pungkas Gugun. (WY/MediaIndonesia)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.