Dengan Bershalawat Nariyah, Kiai Said: Allah Jaga Indonesia

Islaminesia.com, – Peringatan Hari Santri Nasional ini diperingati hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Di Wilayah Jakarta, acara peringatan diselenggarakan di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam. Tahun ini, Peringatan Hari Santri Nasional diwarnai dengan pembacaan 1 miliar salawat Nariyah serentak di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Shalawat Nariyah diciptakan oleh Syekh Ibnu Arabi saat ia berada di Mekkah. Di saat mengarang shalawat ini, Ibnu Arabi melakukan riyadhah atau olah batin yakni puasa, tidak makan enak, dan tidur sedikit.

“Ketika dibaca insyaallah mendapatkan riyadhahnya pengarangnya itu,” kata Kiai Said saat memberikan ceramah.

Pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah itu menegaskan, hukum membaca shalawat adalah wajib. Bahkan, Allah dan malaikat-Nya pun membaca shalawat untuk Nabi Muhammad.

“Allah dan malaikatnya saja membaca shalawat, apalagi kita,” cetusnya.

Menurut dia, membaca shalawat adalah cara untuk bersilaturuh atau berkomunikasi dengan Nabi Muhammad SAW secara spiritual. “Dengan silaturruh Insyallah mendapatkan kekuatan spiritual ruhani,” ucap Kiai Said.

Selain itu, dengan membaca Salawat Nariyah maka Indonesia akan dijaga dan mendapat pengawalan Allah dari segala hal yang mengancam keutuhan Indonesia.

“Insyaallah Indonesia akan ada sampai yaumil qiyamah,” tutupnya.(WY/NUonline)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.