Khatib Al Aqsha : Umat Islam Pemilik Legal Al Quds

1Islaminesia.com – Puluhan ribu jamaah dari Al-Quds dan wilayah Palestina jajahan 1948 menunaikan shalat Jumat kemarin di Masjid Al-Aqsha meski prosedur keamanan Israel sangat ketat.

Pasukan polisi Israel dalam jumlah besar dan pasukan penjaga perbatasan berjaga ketat di gerbang-gerbang Masjid Al-Aqsha dan memasang perlintsan-perlintasan serta memeriksa indentitas jamaah shalat khususnya para pemuda.

Dalam khutbahnya, khatib Masjid Al-Aqsha, Syekh Ismail Nawahidhah menyatakan, kota Al-Quds adalah tempat suci terdepan bagi bangsa Arab dan umat Islam, tidak ada yang bisa menyamai kesuciannya kecuali Mekkah dan Madinah.

Ia menandaskan, kota Al-Quds akan tetap kekal karena selalu dikenang dalam Peringatan Isra’ dan Mi’raj.

“Apa yang kita saksikan aksi massa besar-besaran di Al-Quds, Palestina dan dunia Islam sebagai reaksi atas usaha penjajah Israel mengubah tempat dan simbol-simbol Islamnya serta mempermainnya adalah bukti paling nyata soal kedudukan dan kesucian kota ini.” tegas Syekh Nawahidhah.

Ia menambahkan, kedudukan Al-Quds muncul setelah masuk dalam kekuasaan Islam di tangan Umar bin Al-Khattab yang masuk dalam penaklukan Islam damai. Sejak itu, umat islam menguasainya dengan menegakkan keadilan, kasih sayang dan toleransi.

Syekh Nawahidhah menegaskan, umat islam adalah pemilik hak yang legal di Al-Quds dan tidak ada manusiapun yang memiliki hak dan kewenangan untuk mengalah dan kompromi dari tempat suci ini. kota Al-Quds akan tetap menjadi kunci peperangan dan perdamaian, sehingga para pemikir menyadari sebelum terlambat.

Khatib Al-Aqsha ini mengecam keras usaha Israel meyahudikan Al-Quds dengan berbagai macam cara dan jalan untuk mengubanya dan mempersempit gerak warganya dengan segala tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan. (II/TF/Palinfo)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.