Hikayat Si Bahlul: Sudikah Pakaianmu Menjadi Tamuku?

covering_eyesIslaminesia.com—Alkisah, suatu ketika diselenggarakan sebuah pesta pernikahan megah di kalangan keluarga Sultan. Seluruh penduduk negeri diundang. Bahlul yang mendengar berita itupun menuju istana untuk menghadiri pesta. Namun, ketika tiba di istana, penjaga tidak mengizinkan Bahlul masuk.

Bahlul, pesta ini tidak pantas untukmu.” Cegat penjaga istana.

Kenapa? Bukankah semua orang diundang?” Tanya Bahlul.

Ya, tapi lihatlah pakaianmu. Kau tampak sangat miskin! Pergilah Bahlul, pesta ini bukan untuk orang bodoh dan miskin macam kau!” hardik penjaga istana.

Karena tidak diizinkan masuk, Bahlul pergi. Tapi kemudian, setelah beberapa saat, Bahlul kembali ke Istana dengan pakaian yang bagus, hingga penjaga istana tidak lagi mengenalinya sebagai Bahlul.

Di dalam aula perjamuan makan malam istana, tak satupun tamu undangan mengenali Bahlul. Penampilannya sangat berbeda, hingga Sultan pun tidak mengenalinya sebagai Bahlul. Dalam hati, Sultan bertanya-tanya, “Siapa kiranya orang ini? Dia tampak terpelajar dan beradab. Mungkin seorang bangsawan? Wajahnya memang tampak tak asing.”

Namun tiba-tiba, Bahlul menyiram pakaiannya dengan minuman. Sultan kaget dan marah, “Demi Allah, apa yang kau lakukan?” Tidak lama kemudian, Sultan sadar, ia mengenali laki-laki aneh yang menyiram tubuhnya dengan minuman. “Tunggu dulu, kau Bahlul!”

Bahlul tertawa dan berkata, “Wahai Sultan, apakah kau tidak bisa melihat? Aku hanya memberi makan pakaianku.”

Apa yang kamu beri makan?” Tanya Sultan heran.

Aku diusir ketika datang dengan pakaian sederhanaku. Tapi, aku disambut baik ketika mengenakan pakaian mahal. Oleh karena itu, aku pikir, pakaiankulah yang pantas mendapatkan makanannya, bukan aku.” (II/Islaminesia)

*Sumber: Bahlul, Si Bodoh yang Bijak dari Baghdad

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.