Syarat-Syarat Menyusui yang Sehat dalam Islam

Sumber: kabarislamiah.blogspot.com

Sumber: kabarislamiah.blogspot.com

Islaminesia.com— Air susu ibu dianggap sebagai makanan yang lengkap bagi anak dan memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan. Olehnya itu seorang ibu hendaknya menyusui anaknya dari air susunya. Persoalan ini penting sehingga dianjurkan dalam QS. Al-Baqarah: 233 “Ibu-ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya, ….

Air susu ibu memiliki dampak secara langsung dan mendalam bagi kesehatan jasmani dan rohani anak. Di samping memberikan kepada anak-anak syarat-syarat potensi, kemampuan, dan tubuh yang sehat, ia juga memiliki dampak yang dalam terhadap pembentukan spiritual rohani anak dan potensi-potensi kejiwaannya (Husain Mazhahiri).

Namun, perlu dipahami bahwa seorang ibu mesti mengetahui syarat-syarat agar hasil dari penyusuan ini bisa tampak atau sempurna. Artinya hasil yang tampak secara jasmani dan rohani pada anak melalui peyusuan terpenuhi jika syarat-syarat tersebut terpenuhi. Berikut syarat-syaratnya.

Pertama, taqwa dan menghindari maksiat.

Syarat taqwa dan menghindari maksiat serta dosa merupakan sebuah pendahuluan yang diperlukan bagi penyusuan yang sehat. Syarat ini sangat ditekankan, sehingga seorang ibu berhati-hati terhadap tindakannya.  Menjauhi dosa –dosa dan maksiat serta menguatkan hubungannya dengan Allah SWT sangat ditekankan pada masa ini. Seorang ibu yang menyusui anaknya dan tidak memelihara diri dari maksiat, sebenarnya ia telah mencemarkan air susunya dengan hal-hal yang diharamkan. Seorang ibu pendosa pada menyusui bayinya, sebenarnya ia memberikan makanan dari air susu yang tercemar oleh kuman-kuman spiritual hingga menyebabkan anak keracunan pada anak secara spiritual.

Kedua, keharusan tenang dan menghindari emosi jiwa yang berlebihan.

Bila seorang ibu menyusui anaknya dalam kondisi jiwa yang tidak stabil, maka akan berdampak penting terhadap keselamatan anak dari sisi jasmani dan mengalami goncangan jiwa yang berpengaruh pada potensi-potensi spiritual dan pembentukan jiwa serta kehidupan anak secara umum.

Ketiga, makanan halal.

Inilah syarat yang paling penting dari dua syarat sebelumnya, yaitu makanan halal. Air susu yang berasaldari makanan haram dan yang diberikan kepada anak, pada hakekatnya adalah api yang menyala. Jika anak hidup dan tumbuh berkembang dari makanan haram, maka secara otomatis ibunya membawanya menuju kesengsaraan. Oleh karena itu, para suami dan orang tua harus waspada terhadap pendapatan dan asal muasal harta mereka, khususnya pada masa-masa kehamilan dan menyusui. Mereka harus berhati-hati terhadap hak-hak manusia dan memperhatikan makanan yang dimasukkan ke rumah-rumah mereka.

Keempat, memelihara watak mental dan rohani.

Syarat ini sangat perlu diperhatikan, dengan memelihara watak mental dan rohani artinya seorang ibu memberikan pantulan kondisi rohani terhadap anaknya saat ia menyusui, dan akan berpengaruh terhadap mental anak kelak.

Untuk itu, bagi para ibu yang menyusui anaknya, hendaknya mereka menguatkan hubungan dengan Allah. Mengucapkan basmalah sebelum menyusui anak, akan mengusir gangguan dan bisikan setan serta khayalan-khayalan yang tidak sehat, dan berwudhu bila memungkinkan. Selain itu, sangat baik seorang ibu yang bangun tengah malam untuk mendirikan shalat malam, dan menyusui anak di antara waktu shalat malamnya. Para ibu yang menyusui hendaknya pula beristigfar kepada Allah, mengakui dosa dan kesalahannya sebelum menyusui. Istigfar tidak hanya dengan perkataan lisan namun juga dengan hati, dan hendaknya kembali kepada-Nya. Melahirkan dan mendidik seorang anak shaleh bagi masyarakat, tidak lepas dari peran ibu. (EH/JN)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.