Cara Islami Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Sumber: cermati.com

Sumber: cermati.com

Islaminesia.com— Tidak diragukan bahwa planning kehidupan untuk masa yang akan datang dibahas dalam setiap keluarga, kerjasama antara anggota keluarga, melakukan musyawarah dan mengelola keuangan keluarga. Keluarga yang tidak punya planning keuangan ibarat organisasi yang dilepaskan begitu saja dengan sendirinya.

Pengelolaan keuangan tidak hanya terbatas pada keluarga-keluarga kaya. Ilmu pengelolaan keuangan ini lebih berguna bagi keluarga-keluarga yang pendapatannya rendah, sehingga pemasukan dan pengeluarannya bisa seimbang. Menempatkan keseimbangan antara sumber-sumber pemasukan dan pengeluaran merupakan seni mengatur keuangan rumah tangga. Hal tersebut  juga merupakan salah satu rumus kokohnya dan langgengnya keluarga.

Mengatur keuangan keluarga dengan baik dapat menghindarkan dari sikap pemborosan dan tindakan berutang. Imam Ja’far Shodiq berkata bahwa “ada empat kelompok yang doanya tidak akan dikabulkan, salah satu dari kelompok tersebut adalah berkaitan dengan orang-orang yang hartanya digunakan dengan percuma/boros. Tidak dipungkiri pula bahwa manusia bisa saja mempunyai utang kepada orang lain, apakah utang jangka pendek atau jangka panjang. hal tersebut sebisa mungkin dihindari, Rasulullah SAW bersabda “hindarilah berutang yang malamnya adalah kesedihan dan harinya adalah kehinaan”. 

Secara prinsip, fitrah kewajiban memberikan nafkah dalam rumah tangga adalah suami, dengan menyiapkan dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan keluargannya.Tanggungjawab tersebut bukanlah menjadi suatu beban perintah, namun harus bangkit dari kedalaman hatinya, sebagai bentuk bantuan serta kerjasama untuk keluarganya. Adapun istri memiliki peran penting sebagai penentu amanah dan penjaga keuangan (aset) keluarga ketika suaminya tidak ada dan bahkan ketika suami bertindak bakhil dalam menggunakannya. Seorang istri harus ketat dalam menggunakan modal keuangan keluarga. Dengan keberadaan istri yang demikian, maka dengan keyakinan penuh laki-laki akan berusaha mencari keuangan dan bekerja lebih keras dari apa yang diinginkannya dan menabung dengan pendapatan yang dianggapnya lebih. 

Dalam Islam asas yang lebih penting dalam kehidupan berkeluarga adalah penentuan untuk membagi kekayaan harta keluarga setelah kematian seseorang, sehingga tidak seorangpun yang kehilangan jerih payahnya. Istri mendapat warisan dari suaminya, begitupun sebaliknya. Jika istri membawa anak dari suaminya maka saham istri adalah ¼ dan jika mempunyai anak 1/8, dan jika suami tidak mempunyai anak dari istri, maka saham suami adalah ½ dan jika mempunyai anak sahamnya adalah ¼. Adanya aturan tersebut, menunjukkan bahwa suami dan istri mempunyai pengaruh dalam keadaan keuangan mereka selama menjalani kehidupan bersama.

Adapun strategi dalam mengelola keuangan adalah melakukan pencatatan semua aktivitas ekonomi keluarga. Misal mencatat pos-pos pengeluaraan harian, mingguan maupun bulanan semua anggota keluarga. Mengalokasikan dana untuk setiap pos-pos pengeluaran tersebut sesuai dengan pendapatan yang ada. Sehingga dapat diketahui dengan dengan jelas kebutuhan dan keinginan setiap anggota keluarga. berusaha untuk meningkatkan usaha kita.

Olehnya itu, jika pengelolaan keuangan dalam rumah tangga diatur dengan baik, maka tidak ada satupun anggota keluarga yang mendapat jatah lebih banyak dari pendapatan keluarga, dan lainnya akan mendapat jatah yang lebih sedikit. Kami menyarankan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pembagian jatah tersebut sesuai dengan sumber pendapatan keluarga, diantaranya menyediakan daftar keuangan anggota keluarga dan menulis pilihan-pilihan yang memungkinkan dapat dipenuhi. Keuangan yang paling baik adalah memilih manejemen sesuai dengan keridhaan masing-masing anggota keluarga tersebut.

Imam Ja’far Shodiq berkata bahwa “aku menjamin seseorang tidak akan fakir bagi mereka yang menjaga atau mengelola keuangannya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib dalam riwayat mengatakan bahwa “kokohnya kehidupan ada pada manajemen atau mengelola keuangan keluarga dengan baik”. (FJR/JN)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.