Renungan Ibadah

000aaPuasa

Nabi SAW telah bersabda, “Puasa itu adalah perisai dari bencana-bencana dunia dan penghalang dari siksa akhirat.” Jika kamu berpuasa, berniatlah dengan puasamu itu untuk menahan diri dari syahwat-syahwat dan memutuskan niat untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan. Tempatkan dirimu pada kedudukan seseorang yang sedang sakit yang tidak memiliki nafsu makan dan minum. Harapkanlah kesembuhanmu pada setiap saat dari penyakit dosa-dosa. Sucikan batinmu dari setiap kedustaan, kelengahan dan kegelapan yang memutuskanmu dari makna ikhlas dalam mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Telah dikatakan kepada salah seorang dari ahli takwa, “Sesungguhnya kamu itu lemah dan puasa itu melemahkan dirimu.” Dia menjawab, “Aku mempersiapkannya untuk menangkal keburukan pada suatu hari yang panjang. Bersabar dalam ketaatan kepada Allah lebih mudah dibandingkan dengan kesabaran atas siksa-Nya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, ibadah puasa itu untuk-Ku dan Aku adalah sebagai pahalanya.” Puasa itu mematikan keinginan nafsu dan memutuskan syahwat tamak. Dengan puasa, hati menjadi bening, anggota badan menjadi suci, lahir dan batin terkelola, bersyukur akan nikmat, berbuat kebajikan kepada fakir miskin, menambah kerendahan hati, kekhusyukan dan rasa penyesalan, menjadi wasilah untuk berlindung kepada Allah SWT, menjadi sebab yang mematahkan hasrat, meringankan keburukan dan melipatgandakan pahala kebaikan.

Dalam ibadah puasa terkandung manfaat-manfaat yang tak terhingga. Apa yang telah kami isyaratkan sudah cukup bagi orang yang berakal dan diberikan taufik untuk mengamalkannya.

Zakat

Setiap anggota badanmu memiliki zakat yang wajib dikeluarkan karena Allah SWT, bahkan setiap helai rambutmu dan setiap pandanganmu juga ada zakatnya.

Zakat mata adalah melihat sesuatu dengan tujuan mengambil pelajaran darinya dan menundukkan pandangan dari sesuatu yang memicu syahwat dan yang serupanya.

Zakat telinga adalah mendengarkan ilmu, hikmah, Al-Quran, nasihat-nasihat agama dan segala sesuatu yang dapat menyelamatkanmu, serta menghindarkan diri dari mendengarkan yang sebaliknya seperti kebohongan, ghibah (gunjingan) dan semacamnya.

Zakat lisan adalah memberikan nasihat kepada kaum muslimin, menyadarkan orang-orang yang lalai dan memperbanyak tasbih, zikir dan semacamnya.

Zakat tangan adalah menyumbang, memberi, dan mendermakan apa yang dikaruniakan Allah padamu, menggerakkan tangan untuk menulis ilmu dan pengetahuan yang bisa dimanfaatkan kaum muslimin dalam mewujudkan kepatuhan kepada Allah dan menahan tangan dari melakukan kejahatan.

Zakat kaki adalah berusaha memenuhi hak-hak Allah SWT dengan mengunjungi orang-orang saleh, tempat-tempat pengajian, mendamaikan orang-orang, menghubungkan silaturrahim, berjihad dan mengusahakan sesuatu yang dapat mendatangkan kedamaian hatimu dan keselamatan agamamu.

Semua karakteristik yang telah disebutkan ini bisa dipahami oleh hati sebagian besar orang dan mampu untuk diamalkan. Namun ada beberapa isyarat yang mampu dilakukan oleh hamba-hamba-Nya yang tulus dan didekatkan dengan Allah. Jumlah isyarat itu sungguh sangat banyak jika dihitung. Mereka itu adalah orang-orang yang memahami rahasia-rahasia dan isyarat-isyarat, sementara selain mereka tidak mampu memahaminya.

Ya Allah, berikanlah taufik-Mu pada kami untuk melaksanakan apa yang Engkau cintai dan ridhai.

(Redaksi/EmHR)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.