Rombongan Ulama Indonesia dan India Kunjungi Iran

ulamaIslaminesia.com – Ayatullah al Uzhma Ja’far Subhani salah seorang marja taklid Syiah, rabu pagi (31/5) mendapat kunjungan dari rombongan ulama Sunni Indonesia dan India di kediamannya di kota Qom, Republik Islam Iran.

Dalam pertemuan tersebut Ayatullah Subhani mengatakan, “Al-Qur’an memberi ketegasan mengenai pentingnya menjaga dan membina persatuan umat Islam. Karena itu Al-Qur’an mencela setiap individu atau kelompok yang punya niat dan ambisi untuk memecah belah ummat.”

“Perpecahan itu sendiri adalah azab, yang lahir dari egoisme dan keinginan sendiri yang diperturutkan. Ibarat seseorang yang terjatuh dari sumur, ia butuh uluran tali yang bisa mengangkatnya kembali ke atas. Demikian pula dengan umat Islam yang berkubang dalam perselisihan dan perpecahan, maka ia butuh uluran tali yang bisa kembali mengangkat meraka.

Tali itu telah terulur untuk umat Islam, namanya Hablullah (Tali Allah). Yang ingin selamat dari ganasnya perpecahan, maka berpegang teguhlah pada tali Allah.” Tambahnya.
Pada bagian lain ceramahnya, ia menyinggung kondisi terkini kawasan Timur Tengah. Ia berkata, “Hari ini umat Islam ditimpa bencana yang tak berkesudahan. Yaitu semakin berkobarnya api perselisihan dan perpecahan. Kelompok Islam saling membantai justru atas nama Islam. Sementara AS dan Zionis mengambil keuntungan besar dari pertikaian tersebut. Munculnya kelompok teroris ISIS telah mengores luka pada tubuh umat Islam.”

“Dari mana asal mula ISIS ini? Akar pemicunya dari mana? Dari ideologi Wahabi. Wahabi kadang berbicara melalui lisan Salafi, kadang melalui lisan Thaliban, kadang melalui lisan Ikhwani dan sekarang melalui lisan ISIS. Sampai hari ini, tidak ada seorangpun Israel yang dibunuh oleh ISIS, sementara dari umat Islam, telah ratusan orang telah meregang nyawa dibantai tentara-tentara ISIS.” Lanjutnya.

Ulama marja taklid Syiah tersebut lebih lanjut berkata, “Kelompok Takfiri hanya karena perbedaan sepele begitu mudah mengkafirkan kelompok Islam lainnya, sehingga dengan itu mereka punya alasan untuk menumpahkan darah. Sementara kebanyakan perbedaan itu bagian kalam, baukan dari ushul aqidah. Baik sadar maupun tidak, tindakan mereka justru merusak dan menciderai Islam itu sendiri.”

“Kita umat Islam harus sadar dan paham betul akan konspirasi dan permainan kotor musuh. Lewat Arab Saudi, AS dan Zionis telah mengacak-acak Islam. Lihat saja kondisi situs-situs bersejarah yang berada di Arab Saudi, hampir semua peninggalan-peninggalan bersejarah Rasulullah Saw telah dirobohkan dan diganti dengan bangun-bangunan mewah. Hakikat dari tindakan Arab Saudi tersebut adalah menjauhkan umat Islam dari sejarahnya. Sehingga yang tersisa dari Islam hanya Al-Qur’an saja, yang kemudian ditafsirkan seenaknya.”

“Jika hari ini Kabah misalnya, diangkat dari Mekah, maka yang ada, Mekah tidak ubahnya kota-kota lain di Eropa.” Lanjutnya.

Ayatullah Subhani kembali menambahkan, “Imam Asy’ari pernah mengatakan, siapapun yang shalat menghadap kiblat, dia adalah saudara seagama saya, seberapapun banyak perbedaan pandanganku dengannya dan saya tidak akan mengkafirkannya. Sementara Wahabi berprinsip, siapapun diluar kelompok kami, adalah orang kafir.”

Dibagian akhir penyampaiannya, Ayatullah Subhani mengingatkan ulama-ulama Sunni Indonesia dan India agar tidak terpedaya dengan isu-isu perpecahan yang sedang dihembuskan kelompok-kelompok takfiri Wahabi diberbagai negara, termasuk di Indonesia. Ia menegaskan, ahli kiblat harus bersatu apapun mazhabnya. “Sebab hanya persatuanlah yang bisa membuat musuh-musuh Islam gigit jari.”

Disebutkan, sejumlah ulama Sunni Indonesia dan India sedang berada di Iran dalam rangka melakukan silaturahmi dengan sejumlah ulama besar Syiah, termasuk melakukan tabayyun atas berbagai fitnah dan propaganda negatif yang menimpa Iran dan Syiah. Selain bertemu dengan Ayatullah Subhani, rombongan juga telah bertemu dengan Ayatullah al Uzhma Shafi Ghulpaghani.  (II/AA/Abna)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.