Pidato Presiden Bashar al-Assad Tekankan Kedaulatan Rakyat Suriah

Syria's President Bashar al-Assad speaks during a meeting with members of the Central Bar Association in Damascus, in this handout picture provided by SANA on February 15, 2016. REUTERS/SANA/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. TPX IMAGES OF THE DAY

Damaskus, Islaminesia.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa rakyat Suriah telah mengejutkan dunia sekali lagi dengan partisipasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan Majelis Rakyat. Ia juga menegaskan bahwa perang melawan terorisme di Suriah akan terus berlanjut sampai terorisme benar-benar tumbang.

Sebagaimana dilaporkan SANA, dalam pidatonya di hadapan Majelis Rakyat hasil pemilu legislatif periode ke-2 pada hari Selasa (07/06) kemarin, Presiden menambahkan bahwa jumlah pemilih yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan parlemen baru-baru ini mengirim pesan yang jelas kepada dunia bahwa semakin besar tekanan, maka semakin kuat komitmen rakyat Suriah untuk menegakkan kedaulatan mereka.

Presiden mengatakan ada konflik internasional yang telah melahirkan konflik regional dan langsung tercermin di kawasan dan di Suriah pada khususnya, menguraikan bahwa dunia sedang menyaksikan konflik internasional antara negara-negara yang berusaha untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka dengan negara-negara lain yang bekerja untuk mewujudkan kepentingan orang lain bahkan dengan mengorbankan kepentingan rakyat mereka sendiri.

Presiden al-Assad mengatakan bahwa bukan rahasia lagi bahwa esensi dari proses politik di Suriah menurut negara-negara pendukung terorisme diarahkan untuk memukul jantung konsep tanah air tersebut, yaitu konstitusi.

“Mereka percaya bahwa inti dari skema politik mereka setelah rencana terorisme gagal adalah untuk memukul konstitusi, dan dengan demikian terciptalah kekacauan,” tambahnya, mencatat bahwa siasat itu akan beguna untuk memberi jalan bagi terorisme untuk sepenuhnya mengambil alih negara dan kemudian diberi label moderat.

“Persatuan tidak dimulai dengan kondisi geografis namun dengan persatuan para penduduknya,” jelas Assad. (II/AA/ArrahmaNews)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.