Kian Defisit, Saudi Akan Tetapkan Pajak Untuk Buruh Asing

saudiIslaminesia.com – Setelah defisit bujet Arab Saudi akibat anjloknya harga minyak dan biaya perang di Yaman serta dukungan finansial rezim Al-Saud kepada kelompok-kelompok teroris, pemerintah Riyadh kini berencana menetapkan pajak untuk pendapatan buruh asing.

Jika rencana itu terlaksana, maka kondisi sembilan juta buruh imigran akan memburuk.

Usulan penarikan pajak dari pendapatan buruh asing itu disebutkan dalam program “Perubahan Nasional” yang pemberitaannya dipublikasikan pekan lalu.

Keputusan itu merupakan ide Muhammad bin Salman, putra mahkota Raja Arab Saudi, dan merupakan langkah besar dalam memperlebar jarak dari tradisi politik di negara itu.

Politik minyak dan regional Arab Saudi telah menimbulkan berbagai masalah finansial, ekonomi dan bujet negara itu.

Defisit bujet Arab Saudi pada tahun 2015 mencapai 98 miliar USD. Sementara untuk tahun 2016, Saudi telah memprediksi dana belanja sebesar 224 miliar USD dan pendapatan sebesar 134 miliar USD. (II/AA/Parstoday)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.