Kampanye Boikot Kurma Iran dan Kebodohan Atas Nama Agama

kurma iranIslaminesia.com – Akhir-akhir ini dibeberapa situs Islam abal-abal aktif mengkampanyekan gerakan boikot produk kurma Iran. Masyarakat dianjurkan untuk tidak membeli kurma asal negeri mullah tersebut. Padahal bagi sebagian masyarakat, kurma asal Iran sangat membantu karena harganya sangat murah yaitu Rp.50.000/Kg. Berbeda dengan kurma asal Arab Saudi yang mencapai Rp.100.000 sd 150.000/Kg.

Menurut berbagai situs tersebut, kampanye memboikot kurma Iran ditujukan untuk memberikan hukuman kepada negara Syiah tersebut karena telah membantai masyarakat Suriah. Padahal fakta yang terjadi adalah Iran bersama Rusia ikut membantu pemerintah Suriah yang dikepung oleh pasukan radikal ISIS yang di impor dari luar. ( Baca juga : 10 Fakta Suriah yang Tidak Akan Mampu Dibantah )

Isu ini sontak menjadi lelucon dibeberapa akun netizen yang aktif melawan gerakan Islam radikal di Indonesia. Salahsatunya adalah akun Ahmed Zain Oul Mottaqin. Lewat akun facebooknya, Ahmed Zain menjelaskan bahwa memboikot produk Iran tidak akan mempengaruhi ekonomi Iran sebagai negara yang hampir 4 dekade di embargo di segala sisi. Berikut ungkapan Ahmed Zain yang kami salin dari akun facebooknya.

“Iran itu sudah hampir 4 dekade diembargo segala sisi baik militer, diplomatik, politik, ekonomi, ekspor impor migas dll oleh negara-negara barat pasca revolusi Islam 1979. Dana mereka ratusan miliar dollar dibekukan di lembaga2 perbankan luar negeri. Lalu apa hari ini ia melemah? Apa ia mati? Apa ia jatuh miskin?

Tidak! Iran bukan negara ‘anak mama’ di timur tengah seperti Saudi, Qatar, Turki dan UAE. Jika bukan karena embargo itu, Iran tidak akan punya misil-misil balistik semacam Sejjil, Shahab, Ghadr dll. Jika bukan karena embargo tersebut, Iran tidak akan punya satelit yang ia luncurkan sendiri ke luar angkasa. Jika bukan karena embargo, Iran tidak akan punya ilmuwan-ilmuwan cerdas yang mandiri dalam tekhnologi nuklir. Jika bukan karena embargo tersebut, mungkin Iran hari ini hanya akan jadi bangsa manja dan pembebek kepentingan asing.

Lalu hari ini anda mau menggalang kampanye untuk memboikot korma Iran? Please deh.. loe pikir Iran itu Haji Qadir agen korma di pasar Kliwon?”

Uniknya, Gerakan memboikot kurma Iran tidak dibarengi dengan gerakan memboikot produk-produk Iran lainnya. Seperti impor LPG dari Iran ke Indonesia dengan total volume mencapai 600.000 Metric. Impor minyak mentah serta produk-produk lainnya yang telah menjadi kesepakatan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Iran.(II/AA/Berbagai Sumber)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.