Hapus Saudi dari Daftar Hitam, PBB Dikecam Organisasi HAM

Ban-Ki-moon2Islaminesia.com – PBB kini dikecam oleh berbagai kelompok hak asasi manusia atas keputusan badan dunia itu untuk menghapus Arab Saudi dari daftar hitam pelanggar hak-hak anak meskipun kerajaan itu jelas bersalah atas pembunuhan ratusan anak-anak Yaman.

Pada hari Selasa (07/06), Human Rights Watch menuduh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, telah sengaja mengalah dari “manipulasi politik” Riyadh untuk menghapus rezim Saudi dari daftar hitam. Amnesty International juga mengecam “nafsu terang-terangan (Ban)”, yang diklaim “telah merusak kredibilitas PBB secara keseluruhan,” sedang Oxfam menjuluki keputusan itu sebagai “kegagalan moral”.

Pada hari Senin, Ban mengatakan bahwa ia telah menerima “proposal dari Arab Saudi bahwa PBB dan koalisi yang dipimpin Saudi bersama-sama mengulas kembali berbagai kasus dan jumlah ” yang telah disebutkan dalam laporan Anak dan Konflik Bersenjata (CAAC), yang diterbitkan Kamis lalu, yang mengatakan koalisi Saudi bertanggung jawab atas 60 persen dari korban anak di Yaman tahun lalu, karen telah membunuh 510 anak-anak dan melukai 667 lainnya.

Laporan ini mencatat bahwa militer Saudi melakukan setengah dari serangan udaranya untuk menargetkan sekolah-sekolah dan fasilitas medis. “Pelanggaran berat terhadap anak-anak meningkat secara dramatis sebagai akibat dari meningkatnya konflik,” katanya

Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdallah al-Mouallimi, mengatakan keputusan Ban untuk menghapus koalisi dari daftar hitam itu “tidak dapat diubah dan tanpa syarat”.

Sehubungan dengan respon kelompok-kelompok HAM atas keputusan itu, juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mencatat bahwa keputusan akhir belum dibuat dan bahwa kerajaan itu telah dihapus dari daftar sambil menunggu review mendatang. “Saya tidak berpikir itu adalah pembalikan kebijakan,” katanya kepada wartawan. “Kami akan melihat hasil peninjauan dan kami akan menyesuaikan daftar yang diperlukan.”

Arab Saudi meluncurkan agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret 2015 dalam upaya untuk membawa Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi – sekutu setia Riyadh yang mengundurkan diri dari kursi kepresidenan – kembali berkuasa. Lebih dari 9.400 orang telah tewas dan sedikitnya 16.000 lainnya terluka sejak dimulainya agresi brutal tersebut. (II/AA/ArrahmaNews)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.