Hapus Saudi dari Daftar Hitam Bukti PBB Sebagai Pelayan Rezim Arogan

ham london'Islaminesia.com – Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Islam di London, Masoud Shajareh menyebut langkah PBB yang menghapus nama Arab Saudi dari daftar hitam pelanggar hak-hak anak Yaman sebagai tragedi.

Ia menilai pendekatan standar ganda PBB menjadi bukti bahwa siapa saja yang punya uang dan kekuasaan, maka ia bebas melakukan semua tindakan tidak manusiawi.

Dalam wawancaranya dengan wartawan IRIB di London, Jumat (10/6/2016), Shajareh mengatakan, meskipun PBB sudah sering bersikap dan bertindak di bawah pengaruh kekuatan arogan AS, namun sekarang menunjukkan bahwa uang juga dapat membuat PBB mentolerir hukum rimba.

“Sikap Ban Ki-moon dan PBB yang mengabaikan kejahatan Arab Saudi khususnya di Yaman dan menghapus nama rezim itu dari daftar hitam pelanggar HAM, membuktikan bahwa hukum rimba sudah menggantikan hukum internasional dan PBB hanya melayani rezim-rezim arogan,” tegasnya.

Menurut Shajareh, ketidakefektifan PBB sekarang semakin tampak jelas bagi semua orang dan lembaga ini hanya sebagai alat.

“Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari ketidakadilan global adalah memobilisasi gerakan rakyat dan organisasi-organisasi berpengaruh harus memberi pencerahan kepada publik,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa rezim-rezim seperti Arab Saudi dan Israel mencoba untuk memperkuat dominasinya di badan-badan PBB dan lembaga-lembaga internasional.

Dengan tren ini, lanjutnya, PBB sudah tidak bisa diharapkan untuk memulihkan hak-hak kaum tertindas dan melakukan perlawanan terhadap kekuatan arogan. (II/AA/ParsToday)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.