Filmkan Jalaluddin Rumi, Sutradara Hollywood Tuai Kontroversi

rumiLondon, Islaminesia.com – Dunia perfilman Amerika, khususnya Hollywood, kembali memunculkan kontroversi yang menyangkut isu SARA. Industri perfilman terbesar di dunia itu dianggap lebih mengedepankan aktor dan aktris berkulit putih.

Baru-baru ini, pemenang Piala Oscar kategori penulis skrip film terbaik, David Franzoni, mengungkapkan keinginannya untuk memberikan kesempatan pada aktor Leonardo DiCaprio memerankan penyair Muslim Persia abad ke-13 Jalal al-Din Rumi.

Yang menjadi perdebatan, Franzoni memberikan peran tersebut kepada aktor berkulit putih Leonardo DiCaprio. Banyak kalangan berpendapat, keputusan Franzoni terlalu cepat.

Protes masyarakat diungkapkan dalam sosial media Twitter melalui hashtag #RumiWasntWhite. Mereka menunjukkan kekecewaannya atas keputusan pria yang juga penulis skrip film Gladiator itu.

“Orang kulit putih mengacaukan Ramadan 2016 dengan pengumuman film Rumi #RumiWasntWhite,” kata pengguna akun twitter @aamer_rahman pada Selasa (7/6/2016), seperti dilansir dari telegraph.co.uk.

Pemilik akun @BethanyAllenBr juga memermasalahkan keputusan Franzoni. Ia menyebut, Rumi bukanlah orang berkulit putih. “Pembuat film Gladiator ingin film tentang Rumi diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Masalahnya: #RumiWasntWhite,” ungkapnya.

Rumi, penulis puisi abad ke-13 itu diyakini lahir di daerah timur pinggiran Kerajaan Persia (red- sekarang bernama Afghanistan). Ia sangat terkenal di kalangan umat Muslim maupun nonMuslim. Bahkan buku yang berisi kumpulan tulisannya menjadi best-seller di Amerika Serikat pada 2014.

Sebelumnya, Franzoni mengungkapkan pada Guardian, bahwa film tentang Rumi memiliki tantangan tersendiri dalam menggambarkan karakter tokoh Muslim di perfilman barat melalui kisah pelajar Sufi yang hebat.

Franzoni juga mengaku telah pergi ke Turki bersama produser Stephen Joel Brown untuk mendalami kisah Rumi. Keduanya ingin sekali Leonardo DiCaprio memerankan Rumi dan Robert Downey Jr membintangi guru penyair spiritual Shams al-Din Tabrizi.

Pembahasan film biografi Rumi dianggap masih terlalu dini. Meski film tersebut diharapkan bisa mulai digarap tahun depan. (II/AA/MetroTV)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.