Gus Tutut: Jangan Ragu Turunkan Spanduk ‘Khilafah’ Peneror dan Pemakar NKRI

0a98cabdd2e1d633e7169b5da25d798d_XLIslaminesia.com – Semakin marakanya gerakan ‘khilafah’ yang anti NKRI, Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengajak segenap anggota Ansor untuk berkontribusi nyata sebesar apapun itu untuk Indonesia. Ia mengimbau mereka untuk melepaskan segala atribut yang mengarah pada propaganda makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan ragu menurunkan poster yang menjadi teror dan menentang NKRI di wilayah masing-masing,” kata Gus Tutut mengimbau sedikitnya ratusan Banser yang tengah mengadakan apel di halaman Makodam IV Diponegoro, Semarang, Kamis (28/4).

Gus Tutut juga berpesan kepada GP Ansor Jateng untuk kerja nyata dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme. Ia mengingatkan pasukannya untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga NKRI dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Di hadapan anggotanya, ia menceritakan kisah seekor semut kecil yang membawa setetes air untuk memadamkan api yang sedang membakar tubuh Nabi Ibarahim.

“Sumbangsih semut kecil ini ditertawakan oleh seekor burung. Itu menunjunkkan keberpihakan semut kepada Nabi Ibrahim. Artinya sekecil apapun kontribusi kita kepada Indonesia, itu menunjukkan keberpihakan kita kepada bangsa dan negara ini,” kata Gus Tutut.

Apel ini diikuti 700 anggota Banser dan 300 anggota TNI serta Polri se-Jateng. Mereka menyatakan sepakat untuk menangkal aksi radikalisme dan terorisme, serta semua hal yang mengancam NKRI. Mereka menggelar Kemah Bakti Kebangsaan dan Apel Kesetiaan NKRI yang berlangsung Kamis-Sabtu (28-30/4), dikutip dari NU.or.id (29/04).

Melihat di beberapa Negara bahwa gerakan rakyat adalah gerakan yang bisa melawan setiap penjajahan oleh para penjajah, contoh nyata di India, Mahatma Gandhi tidak akan bisa mengusung gerakan Kemerdekaan India dari koloni Britania Raya melalui aksi demonstrasi. Kita Lihat Kuba, tanpa keberanian para petani yang ikut bergerilya, Ernesto “Che” Guevara tidak akan bisa memenangkan Revolusi Kuba yang menggulingkan diktator Batista boneka Amerika.

Karena sedikit-sedikit lama lama menjadi bukit. Gerakan kecil kita untuk menyampaikan pesan ini kepada khalayak masyarakat, sebuah langkah kecil anda beranjak dari kenyamanan rumah bersama warga menurunkan spanduk dan baliho-baliho pemakar NKRI yaitu Khilafah di dekat rumah, bisa menyelamatkan masa depan bangsa ini.

Jangan anggap remeh kontribusi anda, kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi?, gerakan ini sudah dilakukan Banser NU, yang telah menurunkan spanduk ‘Khilafah’ anti Pancasila di pagar mesjid Al-Abrar, Gunung Sari Baru, Makassar.

Sebagai wujud sepakat untuk menangkal dan memerangi aksi radikalisme dan terorisme, apel ini juga diwarnai dengan penandatanganan oleh berbagai pihak termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (II/SFA)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.