Adab-Adab Berpakaian

Adab-BerpakaianIslaminesia.com—Islam mencegah para pengikutnya agar tidak bermegah, bermewahan dan berhias menuruti hawa nafsu. Islam mengarahkan mereka kepada kebajikan, spiritualisme dan rahmat ukhrawi serta sekaligus Islam tidak menghendaki pengikutnya hidup bagaikan biarawan dan biarawati yang menarik diri dari rahmat duniawi. Allah berfirman:  “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya, dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” (QS. Al-A’raf: 32)

Jadi Islam memerintahkan agar pengikutnya memakai pakaian yang baik dan terhormat. Jadi yang dikatakan muslim ialah mereka yang berpakaian bersih dan sesuai dengan status dan keadaannya serta tidak berlebihan.

Imam Ja’far Shadiq berkata: “Allah adalah Sumber Keindahan, suka kepada yang indah dan perbuatan memperindah. Benci yang tidak indah dan berpenampilan tidak indah, karena ketika Ia memberi nikmat kepada hamba-Nya, Ia ingin melihat hasilnya.”

Seseorang bertanya kepada sang Imam tentang bagaimana cara memperlihatkan hasil pemberian Allah tersebut, sang Imam menjawab: “Seorang yang berpakaian yang rapih dan mengharumkan tubuhnya. Mengapur rumahnya dan menghilangkan kotoran di halamannya serta sinar lampu (yang dinyalakan) sebelum matahari terbenam, dengan melakukan hal ini dapat mencegah kemelaratan serta menambah rezeki.”

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berpakaian:

  • Kain yang terbaik ialah katun, kemudian linen.

  • Sering memakai kain wol dan menjadikannya sebagai kebiasaan adalah makruh, terutama terlintas di hati untuk keunggulan di antara saudaranya.

  • Diharamkan lelaki berpakaian menyerupai wanita dan sebaliknya.

  • Diharamkan berpakaian menyerupai orang-orang kafir.

  • Pakaian yang menunjukkan dan melambangkan kesombongan adalah tercela.

  • Bila memakai celana atau pakaian dalam, duduklah dan menghadap ke arah kiblat sambil berdoa: “Ya Allah! Tutupilah auratku, amankanlah rasa takutku, jagalah farjiku, dan jangan Engkau berikan pada setan, bagian dan kesempatan untuk memperoleh anugerah yang telah Engkau berikan padaku, sehingga ia sanggup menipu dan merayuku untuk menerjang laranganMu.”

  • Bila memakai pakaian baru, sebutlah: “Ya Allah, jadikanlah pakaian ini penyebab kedamaian, kesalehan dan keberkahan. Ya Allah, selama aku memakai pakaian ini, mudahklanlah aku untuk beribadah dengan baik, mentaatiMu dan bersyukur atas nikmatMu. Segala puja puji bagi Allah yang memberi aku pakaian untuk menutupi auratku dan memperindah diriku di antara manusia.”

  • Bila memakai pakaian baru, lakukan wudhu, shalat dua rakaat dan berdoa: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (berasal dari) Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

  • Setelah melepaskan pakaian, jangan pakaian tersebut dilempar begitu saja.

  • Ketika berpakaian mulailah dari bagian kanan kemudian baru bagian kiri, setelah sempurna terpakai, pujilah Allah.

  • Jika membeli pakaian baru, berikan pakaian lama kepada yang membutuhkan.

  • Memakai baju atau jaket dengan tidak dirapatkan kancingnya adalah bertentangan dengan akhlak Islam.

  • Jangan memakai sepatu yang bisa menimbulkan kebanggaan

  • Bila memasang sepatu, dahulukan kaki kanan, dan sebutlah: “Aku memulai dengan Nama Allah. Ya Allah, curahkan salam dan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kuatkan kakiku di dunia ini serta pada hari ketika kaki-kaki manusia terpeleset dan ambruk dari jembatan jatuh ke dalam api, selamatkanlah kakiku ketika itu.”

  • Bila mencopot sepatu, katakanlah: “Aku mulai dengan Nama Allah. Segala puja dan puji bagi Allah Yang merahmati aku dengan sesuatu sehingga kakiku terlindung dari kesakitan. Ya Allah, kuatkanlah kedua kakiku ini ketika berada di jembatan (shirath) dan lindungilah dari jalan yang sesat.” (EmHR/SS)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.