Ini Penyebab Saudi Terancam Bangkrut

0a98cabdd2e1d633e7169b5da25d798d_XLIslaminesia.com – Ekonomi Arab Saudi terus merosot tajam setelah kejatuhan harga minyak. Negeri yang hidup dari energi minyak ini terpaksa mecari pinjaman sebesar US$ 8 Miliar untuk menutupi defisit anggaran.

Diawal tahun 2016 Saudi telah menaikkan harga bahan bakar minyak sebesar 50% akibat menipisnya persediaan dana tunai. Tidak sampai disitu, Saudi juga menaikkan tarif air dan listrik serta menunda belanja infrastruktur.

Masalah yang menimpa Saudi tentunya mengundang tandatanya besar bila dikaitkan dengan konsep ekonomi Islam. Apalagi Saudi memiliki sumber daya alam yang cukup besar serta tidak berada dalam status embargo. Berikut beberapa penyebab terkait krisis Saudi.

Pangeran Saudi membeli pesawat berisi perlengkapan SPA
Pangeran Saudi membeli pesawat berisi perlengkapan SPA
  1. Kehidupan Keluarga Kerajaan Yang Jauh Dari Substansi Islam

Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk hidup zuhud (sederhana) dan menghindari pola hidup yang serakah. Hal ini dicontohkan di dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau memilih hidup dengan beralaskan pelepah daun kurma, padahal bersama Siti Khadijah, Rasulullah memiliki kekayaan. Namun beliau tetap saja memilih hidup yang sederhana dan menghindari kecintaan kepada materi. Hal tersebut berbanding terbalik dengan pola kehidupan keluarga Bani Saud. Kebiasaan berfoya-foya dan hidup dalam kemewahan merupakan salahsatu penyebab krisis yang menimpa Saudi. Tercatat di tahun 2014 Pangeran Al Walid Bin Talal menghabiskan dana Rp. 2,4 Triliun untuk membeli pesawat yang berisi ruang SPA. Di akhir mei 2014 Pangeran Fahd Al Saud menyewa Disneyland di Paris untuk menyelenggarakan proses wisudanya. Sang pangeran menghabiskan dana sebesar Rp. 450 miliar untuk menyewa taman tersebut selama 3 hari. Beberapa perilaku boros dan sensasional juga pernah ditunjukkan oleh keluarga kerajaan yang lain.

  1. Perang Melawan Kelompok Houti di Yaman

Intervensi militer di Yaman juga merupakan penyebab merosotnya ekonomi Saudi. Tercatat sekitar 1,2 milyar dolar dikeluarkan Saudi untuk membiayai perang tersebut. Pada bulan Mei 2015 Saudi telah menjual sejumlah sahamnya untuk melanjutkan invasi di Yaman. Namun hingga saat ini, kebijakan militer yang dilakukan Saudi tidak membuahkan hasil. Justru menyebabkan korban jiwa dari rakyat sipil. Lebih dari 8.000 korban yang tewas atas aksi brutal Arab Saudi.

  1. Anjloknya Harga Minyak

Penurunan harga minyak dunia merupakan penyebab utama krisis yang menimpa Saudi. Harga minyak mentah Brent turun di bawah US$ 35 per barel merupakan tingkat terendah dalam tempo 11 tahun terakhir. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Saudi membutuhkan harga minyak pada tingkat sekitar US$105 per barrel agar APBN mereka tetap sehat. Namun merosotnya harga minyak membuat posisi Saudi semakin terjepit.

  1. Pendanaan Gerakan Teroris ISIS

Gerakan ISIS di Suriah yang cukup massif tidak lepas dari dukungan Saudi dan sekutu. Miliarder Arab Saudi Pangeran Al Walid bin Talal yang juga keponakan dari Raja Saudi mengakui bahwa pihak kerajaan pernah memberi dukungan pada kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS) berperang melawan pemerintah Irak dan Suriah. Walaupun pendanaan tersebut sempat dihentikan, namun beberapa analisa menyatakan dukungan Saudi untuk gerakan teror tersebut cukup besar khususnya bantuan dalam bidang militer. (AA/II/Berbagai Sumber)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.