Tafsir Surah Al-Fatihah (Bag. 5 Selesai)

Sumner: makintau.com

Sumner: makintau.com

Islaminesia.com–Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tafsir ayat kelima dan keenam dari Surah Al-Fatihah.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah Kami jalan yang lurus,” (QS. Al-Fatihah: 6)

Permohonan yang kita ajukan kepada Allah SWT pada dasarnya merupakan bimbingan. Kita memohon agar Allah SWT membimbing kita pada jalan yang sesungguhnya, yaitu jalan yang betul-betul mengantarkan manusia kepada kesempurnaan hakikinya sebagai seorang hamba. Penjelasan mengenai makna jalan yang lurus terdapat pada ayat setelahnya, yaitu:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 7)

Pada dasarnya ayat ini menjelaskan maksud jalan yang lurus, yaitu jalan yang di dalamnya berkah Allah tercurahkan, bukan jalan orang-rang yang dimurkai. Jalan orang-orang yang dimurkai pada dasarnya adalah jalan yang di dalamnya telah ditutup pintu hidayah dari Allah SWT. Mengarungi kehidupan dengan jalan tersebut akan mengarahkan kita kepada tujuan yang salah yang dimurkai oleh Allah SWT

Beberapa ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan maksud dari ayat الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ , salah satunya adalah ayat:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠)  وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١

“Bukankah Aku telah memerintahkanmu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Yasin: 60-61)

Ayat ini secara terang-terangan menjelaskan bahwa yang dimaksud الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ adalah jalan tauhid. Selain itu, ayat ini juga mengindikasikan bahwa jalan yang ditempuh manusia terdiri dari dua macam, yaitu jalan setan dan jalan Tauhid. Orang-orang yang memilih berjalan di atas jalan setan, maka siksa Allah SWT menantinya di hari pembalasan. Adapun orang yang berjalan di atas jalan Tauhid, mereka akan mendapatkan kenikmatan yang tak terhingga dari Allah SWT.

Kalau kita menghubungkan kedua ayat ini pada penafsiran kita terkait jalan yang lurus pada Surah Al-Fatihah, maka kita akan menemukan bahwa yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan ketauhidan, adapun jalan dimurkai adalah jalan setan. (MH/FH)

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.