Tafsir Surah Al-Falaq

Sumber: tafsironline.org

Sumber: tafsironline.org

Islaminesia.com—Pada dasarnya, surah ini mengandung pelajaran yang bersifat khusus untuk Rasulullah SAW dan bersifat umum bagi manusia. Berdasarkan redaksi kalimat dari surah ini, kita dapat menarik satu kesimpulan bahwa Allah SWT memerintahkan untuk senantiasa berlindung kepada-Nya dari kejahatan orang-orang yang ingin berbuat jahat dan menyerahkan segala bentuk urusan kepada-Nya, sehingga kita aman dari segala marabahaya.

Pada bagian Surah Al-Ikhlas, kita telah menjelaskan bahwasanya Allah SWT menegaskan makna tauhid dan mensifati dirinya dengan احد dan الصمد.  Adapun dalam surah ini, Allah SWT memerintahkan kita untuk belindung dan berserah diri kepada-Nya.

Fadilah

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan fadilah surah ini, diantaranya:

  1. Barang siapa membaca الفلق برب اعوذ قل dan الناس برب اعوذ قل ,maka sama halnya dia membaca seluruh kitab yang Allah SWT turunkan kepada para nabi. Dan riwayat yang lain menyebutkan, diturunkan ayat kepadaku yang tidak diturunkan sepertinya, yaitu المعوذتان (Majmu’il Bayan, hlm. 377).

  2. Rasulullah SAW berkata kepada salah seorang sahabatnya. “Apakah aku tidak mengajarkan kepadamu dua surah yang mana keduanya paling afdol dari seluruh surah Al-Quran?” “Tidaklah demikian ya Rasulullah, engkau telah mengajarkanku dua perlindungan (المعوذتان)”. Kemudian dia membaca surah itu pada saat salat pagi dan dia berkata kepadaku, bacalah keduanya setiap kali bangun tidur dan sebelum tidur.”(Tafsir Amtsal, Juz. 15, hlm 616).

Yang dimaksud المعوذتان pada riwayat di atas adalah Surah Al-Falaq dan An-Nas.

Asbabun Nuzul

Dalam beberapa kitab tafsir disebutkan bahwa turunnya surah ini berkaitan dengan salah seorang Yahudi bernama Labid bin Al A’shom yang tega menyihir Rasulullah SAW. Pada saat Rasulullah SAW sakit akibat sihir tersebut, maka turunlah Jibril membawa ayat Al-Ma’udzataan (المعوذتان) dan membacakannya kepada Rasulullah SAW. Berkat izin Allah SWT, Rasulullah SAW sembuh.

Makarim Syirazi dalam kitab tafsirnya juga menukil salah satu riwayat yang mengisyaratkan sebab turunya surah ini. Dikatakan bahwa Rasulullah SAW sakit karena terkena sihir oleh orang Yahudi. Maka turunlah Jibril dan memberitahukan kepada Rasulullah SAW bahwasanya alat sihir yang digunakan untuk menyihir Rasulullah SAW ada di sumur, maka Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk mengeluarkan alat tersebut.

Tafsir Ayat Pertama

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

“Katakanlah wahai Rasulullah, aku berlindung kepada tuhannya subuh.”

Pada bagian tafsir Surah Al-Ikhlas, telah dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW agar memberitahukan kepada orang-orang yang mempertanyakan Tuhan, yang oleh Rasulullah SAW dikatakan bahwasanya Dia itu Esa, tempat memohon perlindungan. Berbeda halnya Pada ayat pertama Surah Al-Falaq ini, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengatakan bahwa, “aku berlindung kepada Tuhannya subuh”.

Penjelasan Kata الْفَلَقِ  

Para ulama tafsir memiliki pandangan berbeda terkait masalah الْفَلَقِ dalam ayat ini. Ada yang mengatakan bahwa الْفَلَقِ  bermakna subuh. Sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir Jalalain, hal. 726. Ada juga yang memaknainya dengan peralihan, peralihan dari malam ke siang, peralihan dari kemarau ke musim hujan, peralihan dari biji menjadi tunas.

Makarim Syirazi juga menyebutkan tiga makna yang terkadung dalam kata الْفَلَقِ, yaitu:

  1. Melahirkan segala yang hidup, baik itu manusia, hewan, dan bintang

  2. Terbitnya subuh

  3. Menciptakan segala sesuatu (Tafsir Amtsal, Juz 15, hal. 617)

Jika kita merujuk pada ayat Al-Quran, akan ditemukan beberapa ayat yang menjelaskan kata الْفَلَقِ sebagaimana yang terdapat dalam Surah Al-An’am ayat 95-96.

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-An’am: 95-96)

Ayat pertama di atas menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT menumbuhkan (فالق) butir-butir dan biji-biji tumbuhan. Adapun pada ayat kedua menjelaskan bahwa allah SWT menyingsing (الْفَلَقِ) pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat. Perbedaan ini menunjukan bahwa الْفَلَقِ memiliki makna yang luas. Akan tetapi para ulama tafsir memutlakkan kata الْفَلَقِ dengan makna Subuh.

Abi Ali Al-Fadli Tabrsi dalam kitab tafsirnya menjelaskan kandungan dari ayat pertama. Beliau mengatakan bahwa, ayat pertama ini adalah perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW, akan tetapi ditujukan pada seluruh umatnya. Ayat ini bermakna, “Wahai Muhammad, katakanlah bahwasanya aku dijaga dan dilindungi oleh Tuhannya subuh, Pencipta subuh, Pengatur subuh, dan menerbitkan subuh apabilah Dia menghendaki (Majmu’il Bayan, juz 10, hal. 378).

Berdasarkan redaksi kalimatnya, kita menarik satu kesimpulan bahwa Allah SWT memerintahkan secara khusus kepada Rasulullah SAW untuk berlindung kepada-Nya dan mengisyaratkan kepada umat muslim untuk tidak mencari tempat berlindung selain Allah SWT. (MH/FH)

(Bersambung)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.