Mengenal Dunia Anak

Hari Anak Sedunia Sebuah Perspektif - budakbageer.blogspot.comIslaminesia.com—Anak adalah seorang manusia kecil dengan ruh dan kesensitifan seorang manusia dewasa. Salah satu dari masalah-masalah yang sangat penting dan mendasar dalam berhadapan dengan anak-anak adalah mengenal dan mengetahui dunia mereka.

Ali bin Abi Thalib menjelaskan dengan indah dalam sebuah hadis berikut ini, “Janganlah membatasi anak kalian dengan adab dan jenis pendidikan di zaman kalian, sebab masa depan mereka diciptakan tidak sama dengan masa depan kalian.

Perbedaan pemikiran antara remaja dan orang tua adalah hal yang normal dan berasaskan hikmah dan kemaslahatan. Begitu juga dalam berperilaku kepada anak-anak, hal yang penting untuk diketahui adalah mengenal dan merasakan dunia mereka, sehingga kita dapat menghormati pemikiran-pemikirannya.

Kebanyakan dari keluarga-keluarga mengalami perbedaan dan pertentangan serta ketidakstabilan. Seperti seorang anak yang bersitegang dengan ayahnya, karena sang ayah menginginkan anaknya mengikuti les piamo, sedangkan sang anak ingin berlatih sepak bola. Hal ini timbul dari pemaksaan atau penekanan dari salah satu orang tua dan anak-anak akan pemikiran-pemikirannya, dan membebankan hal tersebut kepada yang lainnya.

Seorang ulama besar pernah berucap mengenai hal ini, “Anak-anak ribut, lincah dan ramai, mereka harus seperti itu dan seorang anak yang menyendiri dan tertidur bertekuk lutut, dia bukanlah anak tapi orang dewasa.” Perkataan beliau tentang anak-anak menunjukkan topik ini bahwa dunia anak-anak dan dunia orang dewasa merupakan dunia yang berbeda, yakni usia seorang anak senantiasa ramai, ribut dan dipenuhi dengan kelincahan, sementara orang dewasa senantiasa menginginkan dan mendambakan ketenangan.

Dengan kedewasaan dari cara berpikir ayah, ibu dan orang dewasa lainnya, semestinya mereka yang harus mengkondisikan dirinya dengan usia anak. Orang dewasa, khususnya orang tua harus mengikuti gaya dan kebutuhan hidup anak, bukan anak yang harus mengikuti cara berpikir orang tuanya, sehingga menjadikan mereka seperti orang dewasa. Seperti yang diucapkan Ali bi Abi Thalib, “Barangsiapa yang mempunyai anak kecil, berlakulah seperti anak kecil kepadanya.(FJR/SS)

 

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.