Membaca dan Memahami Kembali Al-Quran

Sumber: belajarmembacaalquran.com

Sumber: belajarmembacaalquran.com

Islaminesia.com—Al-Quran adalah kitab suci dan mukjizat abadi Nabi kita, Muhammad SAW. Al-Quran adalah sumber utama dan mata air yang memancarkan ajaran Islam. Seperti diketahui, bahwa ajaran Islam mengandung pengetahuan tentang akidah, pokok-pokok akhlak, dan perbuatan, yang kesemuanya dapat dijumpai sumbernya yang asli dalam ayat-ayat Quran. Allah SWT berfirman, “Kami menurunkan Al-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS. An-Nahl: 89) dan “Sesungguhnya Al-Quran ini menunjukkan kepada jalan yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan Al-Quran atas seluruh kalam (perkataan), seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” Barangsiapa yang membaca Al-Quran, namun tidak tunduk kepada Allah, hatinya tidak melembut atau tidak diikuti rasa sedih dan batinnya tidak bergetar, maka sungguh dia telah meremehkan keagungan Allah SWT dan dia telah jatuh pada kerugian yang nyata.

Orang yang akan membaca Al-Quran memerlukan tiga hal, yaitu hati yang khusyuk, raga yang tenang, dan tempat yang sunyi. Jika hatinya telah khusyuk kepada Allah, maka setan yang terkutuk akan menghindar darinya. Allah SWT berfirman, “Jika kamu membaca Al-Quran, maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Jika jiwanya telah berhasil lepas dari segala belenggu, maka hatinya akan terbebas dan siap menerima curahan rahasia Al-Quran. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada satu penghalang pun yang mampu menghalangi turunnya berkah dan rahmat dari cahaya Al-Quran.

Jika mereka menemukan tempat yang sunyi dan mengasingkan diri dari orang-orang setelah memenuhi dua hal tadi, yaitu hati yang khusyuk dan raga yang tenang, maka ruh dan batinnya akan merasakan kerinduan yang mendalam pada Allah Azza wa Jalla. Pada saat itulah, mereka dapat merasakan manisnya berbincang-bincang dengan Allah bersama dengan hamba-hamba-Nya yang saleh. Ia akan memahami lembutnya kasih sayang Allah pada mereka dengan berbagai karamah dan isyarat-isyarat keajaiban-Nya. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang darimu suka berdialog dengan Tuhannya, maka bacalah Al-Quran.” Dalam riwayat yang lain beliau menyebutkan, “Paling utamanya ibadah umatku adalah membaca Al-Quran.”

Saat dia meminum segelas dari minuman ini, maka dia tidak akan memilih keadaan yang lain dan waktu lain selain itu. Bahkan dia akan mengedepankan keadaan ini dengan mengutamakannya dari segala ketaatan dan ibadah yang lain. Sebab di situ adalah saat bermunajat dengan Tuhan tanpa perantara satu pun.

Telitilah saat kamu membaca kitab Tuhanmu dan lembaran janji perlindunganmu. Perhatikanlah bagaimana kamu melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya dan bagaimana upaya kamu agar tidak melampaui batas yang telah digariskan-Nya. Sadarilah bahwa Al-Quran adalah kitab yang sangat mulia. “Tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha terpuji.” (QS. Fushshilat: 42)

Bacalah dengan tertib, diamlah sejenak saat membaca janji dan ancaman-Nya, renungkanlah permisalan-permisalan dan nasihat-nasihat yang ada di dalamnya dan waspadalah dengan menjaga adab-adab tajwidnya dan makhraj huruf-hurufnya hingga tidak keluar dari batas-batasnya. Nabi SAW bersabda, “Ahli Al-Quran adalah hamba-hamba terbaik dan khusus Allah SWT.” Wallahu a’lam bisshawab. (EmHR/FH)

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.