Kenakalan Seorang Anak

Muslim Children, Jaipur by Klaus LangIslaminesia.com—Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa anak-anak yang ribut (nakal) di masa kecilnya adalah anak-anak yang memiliki potensi atau berbakat. Rasulullah SAW bersabda, “Keramaian dan kenakalan anak-anak di masa kecilnya adalah sumber bertambahnya akal mereka di masa dewasa.”

Oleh karena itu, kita harus senantiasa menahan, bersabar dan bertoleransi dengan tingkah laku mereka. Jika mereka berkata kasar, memecahkan sesuatu, janganlah khawatir terhadap masa depannya nanti. Anak yang tidak rajin dan malas, tidak akan ada sesuatu di masa depannya kelak.

Hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar anak. Bagian ini dianggap sebagai sesuatu yang paling sensitif di masa-masa kehidupan anak kecil, dimana sebagai orang tua akan dituntut untuk lebih teliti dan membutuhkan informasi yang lebih banyak. Kebanyakan mereka tidak dapat langsung menyatakan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Ayah dan ibunyalah yang harus lebih mengenal dengan cermat kebutuhan-kebutuhan tersebut  dan memberikan jawaban-jawaban yang positif dan brmanfaat kepada anak-anak.

  1. Kebutuhan bermain

Bermain adalah salah satu aktivitas yang paling alami, dimana kebanyakan waktu mereka dikhususkan untuk itu. Anak akan sibuk bermain selama berjam-jam tanpa merasakan keletihan dan kelelahan. Rahasia kecintaan akan bermain adalah kecenderungan yang terpancar dari dalam dirinya dan tak satupun perintah dan larangan dari luar yang turut campur. Hal ini merupakan suatu keajaiban dalam penciptaan Tuhan. Pada usia ini, Tuhan menciptakan kondisi ruhiyah yang masih lembut, sehingga bermain menjadi suatu aktivitas yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Masa yang paling baik untuk bermain bagi manusia dikhususkan pada usia 7 tahun pertama.

Suatu hari Rasulullah SAW lewat di samping tempat kerja Abdullah bin Ja’far, kemudian melihat beliau sedang membuat mainan untuk anak-anak dari tanah liat. Setelah tanya jawab tentang keahlian dan proses jual beli mainan tersebut, Rasulullah SAW lalu berdoa untuk Abdullah, “Tuhanku! Berilah berkah atas pendapatan dan gaji Abdullah.

Jabir bin Abdullah menukil, “Aku menemui Rasulullah SAW dan aku melihat beliau sedang berjalan dengan kedua tangan dan kedua lututnya membawa cucu-cucu beliau di atas punggungnya.

  1. Kebutuhan akan cinta dan kasih sayang.

Cinta dan kasih sayang adalah salah satu yang paling penting dan mendasar dari sekian banyak kebutuhan anak-anak. Anak adalah wujud kecil, lembut dan penuh kasih.

Umam Shadiq menukil dari Rasulullah SAW, Barang siapa yang mencium anaknya, Tuhan akan mencatat perbuatan baik dalam kitab amalnya. Dan barangsiapa yang menggembirakan anaknya, Tuhan akan menggembirakannya pada hari kiamat.

Mencium anak, mementingkan dan menganggap dharuri mencintai dan mengasihi anak adalah hal yang patut dilakukan oleh orang tua. Cukuplah Tuhan yang menghitung hal tersebut sebagai amal baik. Dalam hal ini (menggembirakan anak), Tuhan akan memberikan pahala yang pasti. Dalam konsep keadilan Ilahi, Tuhan memberikan pahala dengan melakukan penghitungan (hisab kitab), “fa man ya’mal mitsqaala dzarrah khaeran yarah.” Bahkan setiap orang akan berhak mendapatkan pahala berdasarkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukannya.

Jadi sesungguhnya mencintai dan memberi rasa kasih sayang, serta menyediakan kebutuhan anak yang lain adalah perkara yang pasti dan telah diterima yang menjadi bagian dari perhitungan kelak.

Oleh karena itu, perkara yang penting dalam mencintai dan memberi kasih sayang adalah anak-anak dapat percaya bahwa ada orang-orang yang akan mencintainya. (FJR/SS)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.