Jihad di Jalan Zionis

0a98cabdd2e1d633e7169b5da25d798d_XLIslaminesia.com – Sebuah fakta tak terbantahkan bahwa Presiden Suriah Bashar Al Assad hingga hari ini tak terkalahkan. Bahkan ia terpilih kembali secara mutlak sebagai Presiden lewat pemilu yang sah Juni kemarin dengan perolehan 88.7% suara rakyat.Sebuah kenyataan pahit yang membungkam mulut berbagai media mainstream Internasional seperti BBC, CNN, Foxnews, Al Jazeera, Al Arabiya dan berbagai situs-situs wahabi takfiri yang selama ini getol mendukung pemberontakan dan memojokkan Assad dengan berbagai propaganda.

Selain kuat dan memiliki kepercayaan dari rakyat, ia juga didukung para sekutu utamanya yaitu Iran, Hizbullah, Rusia dan China. Dan tak mengejutkan, bahwa Gerakan-gerakan Muqawwamah (perlawanan) Palestina sampai hari ini pun mampu bertahan dalam perang melawan Israel adalah karena memiliki sekutu yang sama pula yaitu Iran, Hizbullah, Rusia dan China.

Mungkin mengejutkan bagi orang yang biasa dicekoki propaganda, namun saya berikan sebuah tantangan bagi orang-orang yang membenci Koalisi Suriah-Iran-Hizbullah-Rusia-Cina dengan sebuah pertanyaan. Bisakah kalian jelaskan darimana Hamas mendapatkan roket-roket dan segala persenjataan kalau bukan dari Koalisi tersebut ?

Saya paparkan disini Roket-roket milik Hamas:

  1. Roket-roket kecil dan menengah seperti Roket Qassam dan M-75 adalah buatan lokal Hamas.
  2. Roket-roket besar Khaibar M-302 adalah buatan Suriah.
  3. Roket-roket besar dan menengah seperti Fajr-3, Fajr-5, berbagai Varian Sejjil, dan berbagai Varian Grad adalah buatan Iran.
  4. 3 Varian Drone Ababil milik Hamas yang telah terbang dan memata-matai hingga ke atas Gedung Kemenhan Israel di Tel Aviv adalah buatan Iran.
  5. Roket-roket Grad kelas menengah Katyusha adalah buatan Rusia.
  6. Roket-roket besar WS-1E adalah Roket buatan Iran yang didasarkan pada cetak biru persenjataan China.

Sebuah pertanyaan kepada orang-orang yang mengaku Pro-Palestina tapi (ironisnya) malah mendukung pemberontakan berkedok “jihad” di Suriah, Kenapa kalian sangat membenci koalisi Suriah-Iran-Hizbullah-Rusia-China ? Padahal faktanya koalisi tersebut adalah tulang punggung bagi gerakan-gerakan perlawanan Palestina.

Lalu kita bertanya, dimanakah Saudi, Qatar, Kuwait, Turki, Bahrain dan negara-negara Arab Teluk lainnya ? Pernahkah mereka memberikan sebiji saja roket atau sebutir saja peluru untuk mempersenjatai pejuang-pejuang Palestina ? Dimana peran mereka ? Apa masih sibuk menjadi pelayan USA di Timur Tengah ?

Padahal di sisi lain mereka begitu bersemangat menggelontorkan Milyaran US Dollar untuk membiayai dan mempersenjatai para pemberontak binaan mereka di Suriah.

Gayung bersambut, para Ulama Su’u “peliharaan” mereka pun senantiasa berapi-api mengeluarkan Fatwa agar umat islam sedunia “berjihad” ke Suriah dengan berbagai dalil dan propaganda sektarian. Hingga bisa dilihat kenyataan bahwa hari ini lebih 70% pemberontak Suriah justru bukanlah warga Suriah.

Umat islam sengaja dibuat lupa dan menjauh dari medan jihad yang sesungguhnya di Palestina, dan dari musuh yang sebenarnya yaitu Zionis Israel. Mereka justru berbondong-bondong datang dan mengangkat senjata di Suriah, yang faktanya adalah:

  1. Berjihad melawan negeri kaum muslimin yang selama ini selalu mendukung Palestina secara logistik dan militer.
  2. Berjihad melawan satu-satunya negara Arab yang hingga hari ini tidak sudi menandatangani perjanjian damai dengan Israel.
  3. Berjihad melawan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak membuka kedubes di Israel. (Bandingkan dengan negara-negara pendukung pemberontakan seperti Turki, Mesir, Qatar dan Jordania yang justru memiliki Kedubes Israel di negaranya)
  4. Berjihad melawan satu-satunya negara Arab yang tidak memiliki Bank Central milik Zionis Rothschild di negaranya. (Saat ini hanya tersisa 2 negara di Timur Tengah yg tidak memiliki Bank Central Rothschild, yaitu Suriah dan Iran. Dan 7 negara non-Timur Tengah, diantaranya Rusia dan China)
  5. Berjihad melawan negara yang sejak ribuan tahun hidup dalam kedamaian dan toleransi beragama antara warga Sunni, Syi’ah, Alawi, Kristen dan Druze.
  6. Berjihad melawan negeri yang merupakan rumah kedua bagi warga Palestina. Ada jutaan pengungsi Palestina yang diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah sejak 1948, jumlah yang jauh diatas jumlah pengungsi Palestina di negara-negara Arab lainnya. Dan para pengungsi tersebut diperlakukan layaknya warga sendiri.
  7. Berjihad melawan negara yang 3 tahun terakhir diterpa fitnah sektarian bahwa Pemerintahan Assad adalah Rezim Syi’ah yang hendak menghabisi seluruh rakyatnya yang Sunni. Sebuah propaganda tak masuk akal karena kenyataannya 78% rakyat Suriah adalah Sunni, Ibu Negara/istri presiden Bashar adalah Sunni (Asma Al Assad), Mufti resmi Suriah adalah Sunni (Syaikh Dr. Badruddin Hassun) dan berbagai jabatan penting di Pemerintahan seperti Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan juga dipegang orang-orang Sunni. Bahkan Tentara Arab Suriah yang selalu difitnah sebagai Tentara Syi’ah pun mayoritas anggotanya adalah Sunni.

Ya, mobilisasi termudah adalah memobilisasi orang-orang bodoh, orang-orang yang hanya berbekal emosi dan fanatisme ashobiyyah, orang-orang bodoh agama namun memiliki semangat jihad yang tinggi, orang-orang yang menerima informasi dari kelompoknya secara buta tanpa tabayyun dan dengan mudah termakan fitnah dan adudomba sektarian tanpa jiwa kritis. Dan orang-orang seperti inilah yang sedang dimanfaatkan oleh Zionis untuk menghancurkan negara-negara lawan mereka dengan kedok “jihad” dan iming-iming bidadari surga.

Tidak heran, jihad palsu mereka ini telah dikecam oleh Imam Besar Masjid Al Aqsha Syaikh Salahuddin Abu Arafa yang menyebut jihad di Suriah adalah ‘Buhtan’ (kedustaan besar) dan hanya menguntungkan musuh-musuh Islam (video http://www.youtube.com/watch?v=AfzbbHTB4NM). Dan juga Ulama besar Sunni Hanafi Syaikh Imran Hosein menggelari “jihad” di Suriah ini sebagai “Jihad Yankee” atau jihad ala Amerika (video https://m.youtube.com/watch?v=vpAx60pAb0Y)

Sebagian besar dari kita memang sudah terlalu banyak tercuci otak oleh propaganda situs-situs takfiri radikal yang kini ratingnya merajai internet.

Kemanapun anda berselancar anda akan menemukan situs-situs pro “Mujahidin” Suriah berada di list teratas. Sehingga mayoritas muslimin pastinya akan ditutupi dari fakta-fakta semacam ini.

Sebagai penutup mari kita semua berdoa untuk kejayaan Suriah, semoga Allah tunjukkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil apapun jubahnya.

Semoga kita semua mau berfikir sejenak dan yakinlah, sebagaimana Palestina mampu bertahan, Suriah pun akan bertahan dan menang. Insha Allah. (Voa Islam News/AND)

Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.