Wahai Istri, Ketahuilah Kewajiban Kalian!

Sumber: neezasty.wordpress.com

Sumber: neezasty.wordpress.com

Islaminesia.com—Sebuah rumah sejatinya merupakan mata air ketenangan. Bagi seorang suami, rumah merupakan tempat berpulang yang paling menenangkan. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk menjadikan rumahnya tempat terbaik bagi suaminya setelah seharian kelelahan bekerja mencari nafkah. Hal ini menjadi faktor utama dalam memperkuat ikatan antar keduanya. Tentu saja, hal tersebut hanya akan terwujud jika sang istri mengetahui kewajiban-kewajibannya dan menghormati hak-hak suaminya.

  1. Patuh Terhadap Suami

    Diriwayatkan bahwa cucu Rasulullah SAW, Muhammad Baqir berkata, “Seorang wanita datang kepada Nabi SAW dan bertanya hak-hak suami terhadap istrinya. Nabi SAW bersabda, ‘Istri harus mematuhi suaminya dan tidak melawan.'”

    Nabi SAW juga bersabda, “Seorang istri yang baik, yang menyembah Allah, melaksanakan perbuatan-perbuatan agama yang wajib dan mematuhi suaminya akan memasuki surga. Seorang istri yang melaksanakan salat-salatnya, tidak meninggalkan rumah bila tidak diperlukan dan mematuhi suaminya akan diampuni seluruh dosa-dosanya di masa lalu dan di masa datang oleh Allah.”

    Nabi SAW mengatakan kepada seorang wanita yang bernama Khaulah, “Demi Allah yang mengangkatku sebagai Nabi! Seorang suami memiliki hak-hak terhadap istrinya. Ia seharusnya tunduk pada hasrat seksual suaminya. Ia seharusnya tidak menentang perintah-perintahnya dan tidak melawan atau bertengkar dengannya.”

    Dalam suatu pertanyaan yang sangat penting dan keras, Nabi SAW bersabda, “Seorang wanita (dianggap) tidak memenuhi hak-hak Allah selama ia tidak memenuhi hak-hak suaminya.”

    Namun demikian, berdasarkan hadis-hadis di atas bukan berarti bahwa kunci kejayaan wanita semata-mata adalah kepatuhan kepada suaminya. Seorang wanita (istri) seharusnya juga memiliki keimanan, beribadah kepada Allah, melaksanakan kewajiban-kewajiban agama dan menghindari perbuatan yang terlarang.

  2. Melayani Kebutuhan Seksual Suami

    Istri berkewajipan untuk tunduk pada suaminya secara seksual pada saat-saat ketika tiada alasan agama (seperti salat dan sebagainya). Bahkan dianjurkan agar ia menyatakan kesediaannya untuk (melayani) si suami.

    Nabi SAW bersabda, “Seorang wanita seharusnya menggunakan wewangian terbaik, mengenakan pakaian-pakaian rapi, dan menghias dirinya dalam bentuk terbaik. Ia seharusnya tampil di hadapan suaminya setiap pagi dan malam dengan menunjukkan kecantikannya.”

    Nabi SAW juga berpesan, “Jangan memperpanjang salat-salatmu dengan maksud menghindar dari ketundukan kepada suamimu.”

  3. Meminta Izin Ketika Keluar Rumah

    Dalam sebuah riwayat dikisahkan, “Salah seorang pria Anshar melakukan perjalanan dan memerintahkan istrinya untuk tidak meninggalkan rumah hingga ia kembali. Ayah si wanita jatuh sakit, sementara suaminya masih berada jauh. Wanita itu mengirim seorang utusan kepada Nabi SAW untuk bertanya kepada Nabi apakah ia dapat mengunjungi ayahnya. Nabi SAW menjawab bahwa ia harus mematuhi suaminya dan tetap tinggal di rumah. Sakit ayahnya bertambah buruk dan wanita itu mengirim utusan lain, namun tetap menerima jawaban yang sama dari Nabi SAW. Akhirnya ayahnya meninggal dunia dan kembali mengirim utusan lain agar ia dapat pergi menjenguk dan berdoa untuknya, namun ia tetap menerima jawaban yang sama. Orang ramai menguburkan ayahnya, namun ia tetap tinggal di rumahnya. Nabi SAW mengirim seorang utusan kepadanya agar mengatakan bahwa Allah telah mengampuninya dan mengampuni ayahnya kerana ketaatannya kepada suaminya.”

  4. Tidak Mengganggu, Bersikap Kasar dan Pemarah

    Nabi SAW telah menyampaikan sebuah nasihat tentang hal ini kepada para wanita, “Wahai para wanita! Bersedekahlah di jalan Allah, meskipun itu merupakan perhiasanmu, bahkan sebiji kurma, karena beberapa di antara kalian bersumpah serapah dan tidak berterima kasih kepada suami kalian serta berfungsi sebagai bahan bakar bagi api neraka.”

    Seorang wanita berkata, “Bukankah kami merupakan para ibu? Bukankah kami mengandung bayi-bayi kami dalam rahim-rahim kami untuk beberapa bulan? Bukankah kami menyusui mereka? Bukankah gadis-gadis ini merupakan para kepala sebagian rumah tangga dan saudara-saudara perempuan ini bersimpati kepada saudara-saudara pria mereka?”

    Nabi SAW bersabda, “Ya! Kalian hamil. Kalian melahirkan anak-anak. Kalian menyusui mereka. Jika para wanita tidak mengganggu para suami mereka dan bergaul secara baik dengan mereka, maka tiada wanita yang berharap akan dibakar di api neraka.”

    Rasulullah SAW juga bersabda, “Tiap kali seorang istri berkata kepada suaminya, ‘Aku tak pernah melihat kebaikan darimu,’ semua amal baiknya akan gugur.”

    Nabi berkata kepada Khaulah, “Aku bersumpah demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi melalui kejujuran dan keterpercayaanku, bahwa ketika seorang pria memarahi istrinya, Allah juga akan memarahinya.”

    Nabi SAW telah meminta para wanita untuk tidak mengharapkan lebih daripada apa yang suami mereka mampu berikan dan tidak merendahkah status suami mereka di depan siapa pun, apakah di depan keluarga atau orang-orang asing.

  1. Menghormati dan Berlaku Baik Terhadap Suami

    Musa al Khazim berkata, “Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya.”

    Nabi SAW mengatakan kepada Khaulah, “Allah kelak menjadikan setiap wanita yang mematuhi suaminya dalam semua keadaan, menjadi sahabat dari istri Nabi Yusuf as di akhirat. Allah menganugerahi setiap wanita berupa ganjaran karena bersabar terhadap kata-kata pahit suaminya. Untuk setiap kata, Allah menghitung sehari puasa dari seorang pejuang di jalan Allah sebagai ganjaran bagi sang istri.”

    Nabi SAW juga bersabda, “Hak seorang suami terhadap istrinya adalah bahwa istrinya seharusnya memperbesar cahaya rumahnya, memasak makanan, menyambutnya di pintu ketika ia pulang, menyiapkan air dan tuala baginya untuk mencuci tangan dan wajahnya, dan dirinya tunduk pada suaminya dalam hal seksual bila saja si istri tidak melaksanakan kewajiban agama.”

  1. Berdandan Hanya untuk Suami

    Nabi SAW berkata kepada Khaulah, “Jangan biarkan seorang pun selain suamimu boleh melihat perhiasan-perhiasan dan permatamu. Jangan memakai wewangian apapun ketika suamimu tidak bersamamu. Jangan memamerkan selendang dan pergelangan-pergelangan tanganmu yang mencolok. Jika kalian melakukan demikian, kalian akan meruntuhkan agama kita dan membuat Allah murka.”

    Rasulullah juga bersabda, “Suami manapun yang istrinya memakai make-up dan keluar meninggalkan rumah serta dilihat orang banyak dengan izinnya adalah (sama dengan) seorang suami yang memiliki istri yang tidak setia dan tidak berdosa untuk menyebutnya demikian. Untuk setiap langkah yang dijalani istrinya, sebuah rumah yang penuh api kelak disiapkan untuk suaminya di akhirat.”

  2. Tidak Menggunakan Harta Tanpa Seizin Suami

    Nabi SAW bersabda, “Seorang wanita seharusnya tidak mendermakan harta apa pun milik suaminya tanpa izinnya. Seandainya ia melakukan demikian, ia akan menanggung dosa dan pahala amal perbuatannya menjadi milik suaminya.” (II/FH)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.