Wamenlu Minta Ulama Promosikan Islam Moderat

Foto: uin-malang.ac.id

Foto: uin-malang.ac.id

Islaminesia.com – Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Muhammad Fachir meminta para ulama dan intelektual muslim untuk mengambil langkah mempomosikan Islam yang moderat.

Hal tersebut disampaikanya seusai membuka acara International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki), Malang.

“Ini waktunya para ulama dan intelektual muslim bersuara lebih keras dalam pengertian tidak hanya bersuara tapi mengambil langkah bersama dalam mempromosikan Islam moderat,” ujar Fachir seperti dilansir situs resmi Kementrian Agama, kemenag.go.i (23/11).

Fachir juga berharap kegiatan ICIS ini mampu mendorong penggunaan media sosial guna mensosialisasikan nilai-nilai positif dari Islam Rahmatan lil Alamin, bukan untuk membesar-besarkan perbedaan. Ia menilai media sosial merupakan sarana yang penting yang harus dimanfaatkan. “Media sosial paling efektif, sangat penting dan harus betul-betul dimanfaatkan,” terang Fakhir.

Sementara itu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi menuturkan bahwa Indonesia mememiliki khazanah keagamaan yang berharga. Pasalnya wawasan keagamaan Indonesia tidak menimbulkan permasalahan terhadap wawasan kenegaraan.

“Kelenturan ini membuat para ulama dan santri menerima dengan sungguh-sungguh Pancasila sebagai dasar negara, bukan mengagamakan Pancasila,” jelas Hasyim seperti dilansir dari situs resmi Kementrian Agama, kemenag.go.id.

Selain itu, Hasyim juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sistem pendidikan yang menjamin lahirnya al wasathiyah atau moderasi. Pendidikan dengan sistem ini bahkan, lanjut Hasyim, tidak dimilliki Mesir yang mempunyai universitas sangat terkenal.

“Apabila ini kita kembangkan, insya Alah ditambah dengam spiritualisme akan menjadi khazanah yang sangat mahal untuk ditawarkan ke seluruh dunia,” tandasnya. (II/NF/Bijak)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.