Surga dan Neraka, Benarkah Adanya?

Sumber: isra17.wordpress.com

Sumber: isra17.wordpress.com

Islaminesia.com -Diketahui bahwa Allah SWT menciptakan tiga jenis alam, pembagian tiga jenis alam tersebut yaitu pertama, dunia berupa alam materi; kedua, akhirat dan ketiga, alam yang berada dibalik dunia dan akhirat sekaligus, yakni barzakh. Alam dunia akan binasa dan sirna berbeda dengan kedua alam yang lainnya, terutama alam ketiga yang merupakan tempat kembali yang hakiki bagi orang-orang yang dekat kepada Tuhan.

Tempat kembali manusia adalah tempat yang berdasarkan apa yang dipersepsi mengenai alam-alam tersebut. Di mana jika salah satu dari tiga alam tersebut yang menguasainya, maka tempat kembalinya sesuai dengan hukum-hukum alam tersebut. Tiga tempat itu ditunjukkan Allah dalam firman-Nya “Segolongan masuk surga dan segolongan lagi masuk neraka.” (QS. Ash-Shuraa: 7).  

Alam yang ditempati sekarang ini adalah alam dunia atau alam lahir. Alam dunia berhubungan dengan penginderaan atau teinderainya sesuatu melalui indera jasmani. Sementara alam akhirat tempat beradanya surga dan neraka, penginderaanya berbeda. Berkaitan dengan surga dan neraka, para ulama menyebutkan bahwa keduanya benar adanya dan berada di dalam tabir-tabir langit, serta keduanya memiliki penampakan-penampakan di alam ini.

Terdapat banyak hadis tentang keberadaan dan ketiadaan keduanya. Sebagian hadis menunjukkan bahwa keduanya belum ada sekarang, tapi akan ada setelah dunia ini lenyap serta langit dan bumi hancur. Sebagian lagi menunjukkan bahwa keduanya sekarang telah ada. Kedua pendapat ini jika ditelaah tidak saling bertentangan, karena menurut mereka surga yang ada sekarang adalah surga yang darinya bapak dan istrinya (Adam dan Hawa) dikeluarkan karena kekeliruan mereka. Sementara itu, surga dan neraka yang muncul setelah dunia ini lenyap adalah surga amalan dan perbuatan, yang terbentuk setelah setelah perbuatan-perbuatan dan pengaruh-pengaruh diakhiri.

Muhammad bin Ali bin Babawaih al-Qummi r.a berkata “Keyakinan kami pada surga adalah bahwa surga itu merupakan negeri keselamatan. Di dalamnya tidak ada kematian, sakit, penyakit, dan kefakiran. Surga adalah negeri kekayaan. Tentang neraka beliau berkata : “keyakinan kami pada neraka adalah bahwa neraka itu merupakan negeri penyiksaan dan negeri hukuman bagi pelaku kemaksiatan. Keduanya memiliki pintu-pintu dan tingkatan-tingkatan. Sebagaimana firman Allah “Dan para malaikat itu masuk ke tempat mereka melalui semua pintu.” (Q.S Ar-Ra’d: 23). “Jahannam itu memiliki tujuh pintu, setiap pintu untuk golongan tertentu dari mereka.” (QS. Al-Hijr: 44).

Menurut Mulla Shadra surga terdiri dari dua, yakni surga ruhaniah dan surga jasmaniah. Surga ruhaniah terbentuk karena sikap tafakur tentang alam semesta dan diri, serta adanya pengamatan yang mendalam terhadap ayat-ayat Allah. Seperti bagaimana segala sesuatu itu datang dari-Nya, bagaimana sesuatu itu kembali kepada-Nya, bagaimana keberadaan surga dan neraka, serta pengetahuan-pengetahuan lainnya di dunia ini yang merupakan benih pemandangan di akhirat kelak. Dunia adalah ladang akhirat, dan kehidupan sejati adalah kehidupan akhirat. Syeikh Ja’far Shadiq berkata, “Sekiranya manusia mengetahui apa yang terdapat di dalam keutamaan makrifat kepada Allah, niscaya mereka tidak akan menatapkan matanya pada apa yang menjadi kesenangan musuh berupa kesenangan kehidupan dunia.” Sedangkan surga jasmaniah terbentuk dari perbuatan-perbuatan shaleh seperti shalat, puasa, haji, dan akhlak-akhlak utama dan terpuji. “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 82) “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 43)

Begitupula neraka ada dua, yaitu neraka ruhaniah yang bersifat akal dan neraka jasmaniah yang terinderai. Neraka ruhaniah yang bersifat akal artinya terhalangnya kekuatan akal dari kesempurnaan-kesempurnaan jiwa dan ilmu-ilmu hakikat, penentangan terhadapa ilmu-ilmu Ilahi, pengingkaran atas adanya kehidupan setelah dunia, keraguan tentang para nabi dan wali serta berpegang teguh pada akidah-akidah batil dan pandangan yang sesat. Sementara neraka yang terinderai adalah neraka yang terbentuk karena keberpalingan dari mengikuti para nabi, ketekunannya mengikuti syahwat serta kecintaannya pada dunia beserta perhiasannya. Setelah terus-menerus melakukan perbuatan buruk dan perilaku yang tercela, jiwa akan terbentuk sesuai dengan perilaku tersebut. Hal itu akan termanifestasikan dalam bentuk-bentuk seperti ular, kalajengking, dan racun, sehingga tidak lagi dibangkitkan dalam rupa manusia, melainkan menjadi bagian dari kelompok setan dan binatang. 

Telah ditegaskan bahwa manusia walaupun berdasarkan kelahirannya tampak dalam satu spesies, namun ketika dibangkitkan dan dikembalikan ke akhirat dalam spesies yang berlainan, bergantung amal perbuatan yang telah dilakukan di dunia. “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S Al-Mujadilah: 6). Semoga Allah senantiasa memberikan syafaat-Nya kepada kita semua. (HNB/JN)

Wallahu A’lam

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.