Raudhah, dari Antre Hingga Hujan Air Mata

Foto: Liputan6.com

Foto: Liputan6.com

Islaminesia.com – Raudhah adalah tempat istimewa yang selalu diburu jamaah saat berada di Masjid Nabawi, Madinah Munawwarah. Sejumlah jamaah haji rela antre demi mendapatkan kesempatan shalat dan berdoa di tempat mustajabah tersebut.

“Di setiap waktu yang sudah ditentukan, jamaah berdesakan antre menunggu giliran untuk bisa berada di Raudhah,” kata Ana Farhasy yang berada di Madinah saat dihubungi media ini, Kamis (10/9) waktu setempat. Sejumlah doa dipanjatkan baik untuk keperluan diri sendiri maupun titipan dari keluarga dan sahabat saat di tanah air, lanjutnya.

“Para jamaah berebut berada di tempat terdepan,” ungkapnya. Dan saat menempati tempat tersebut, isak tangis, sedu sedan, hingga linangan air mata tak lagi mampu ditahan, dengan tidak mempedulikan keadaan sekitar karena khusyuk bermunajat, lanjutnya.

Suasana seperti ini memantik kesadaran akan keadaan di hari kiamat kelak. “Saya secara pribadi sempat bertanya dalam hati, terbayang seperti inikah keadaan saat di Padang Mahsyar nanti?” katanya.

Keadaan demikian tidak menentu, kepanikan terjadi di mana-mana. Jangankan memikirkan keluarga, mengurus keadaan diri sendiri saja demikian berat dan tidak akan mampu. “Saat seperti itulah kita akan sangat bergantung kepada syafaat dari baginda Rasulullah SAW,” kata Ustadzah Ana, sapaan akrabnya.

Karena seperti diketahui, dalam keadaan hendak wafat, baginda Nabi Muhammad masih tetap mengingat dan cemas dengan keadaan umatnya. “Meskipun kita sering melupakan bahkan tidak jarang mengabaikan segala yang sudah diajarkan, baginda nabi masih tetap memikirkan umatnya dan nanti akan memberikan syafaat di Padang Mahsyar,” tandas alumnus Pesantren di Bangil ini.

Sehingga sangat beralasan kalau kemudian banyak jamaah yang berada di Masjid Nabawi Madinah memanfaatkan kesempatan terbaik bermunajat di Raudhah tersebut. Di samping mengikuti arba’in yakni shalat jamaah lima waktu selama 40 waktu, juga berdoa di tempat mustajabah ini.

Dalam pantauan pemilik Majmal Boutique di Surabaya dan Malang ini, antusiasme jamaah demikian tinggi. “Tidak ada tempat yang longgar, setiap saat dapat dipastikan jamaah penuh di Raudhah,” katanya. Bahkan pasukan keamanan harus dikerahkan untuk menertibkan jamaah yang ingin berada di tempat mustajab tersebut.

“Pesan saya, jamaah harus sabar dan terus memperbanyak shalawat agar diberikan kesempatan berada di Raudhah, serta doanya diijabah,” pungkasnya.

Dan pagi ini, sejumlah kelompok terbang atau kloter calon jamaah haji dari berbagai negara akan memasuki Makkah al-Mukarramah. Sebelumnya, mereka akan mengambil miqat di Bir Ali untuk rangkaian ibadah umrah. (Nu.or.id/NF)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.