Humor dalam Islam

Sumber: annida-online.com

Sumber: annida-online.com

Islaminesia.com–Dalam dunia kesehatan modern, humor telah dimanfaatkan sebagai sarana terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Humor dianggap sebagai sarana kelucuan yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan kekebalan tubuh, membangkitkan imajinasi dan daya kreatif, mampu menciptakan suasana hati yang tenang dan nyaman yang dapat mengirimkan respon positif ke otak, sehingga otak dapat bekerja lebih optimal, serta mampu membantu membangun relasi sosial dan meningkatkan kualitas pergaulan dalam kehidupan sehari-hari.

Fakta medis membuktikan, bahwa tertawa selama 10 menit akan menurunkan 10-20 mm tekanan darah yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Hormon anti stres (hormon endorphin) yang muncul ketika tertawa akan mengalahkan hormon pemicu stres. Humor dapat membantu menstabilkan kondisi psikis, yakni mengurangi kecemasan dan menghilangkan stres yang dapat berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan mental.

Dikisahkan bahwa suatu hari, Rasulullah SAW bersama Ali dan para sahabat sedang makan kurma bersama-sama. Pada saat makan kurma, biji kurma bekas Nabi diletakkan di depan Ali. Ketika hampir selesai, Nabi berkata “Wahai Ali, kelihatan engkau sangat lapar karena makan kurma begitu banyak, lihat biji kurma itu banyak di depanmu.” Kemudian Ali menjawab, “Bukannya engkau yang sangat lapar, karena makan kurma bersama biji-bijinya?” “Lihat tidak ada biji kurma di depan mu.”

Rasulullah, meski dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan berkharisma, juga dikenal menyenangi humor. Humor dapat menjadi sarana yang dapat membahagiakan orang lain. Karena dalam pandangan Islam, tugas seorang mukmin adalah membahagiakan saudara seagamanya. Sayyidina Ali kw berkata, “Rasulullah SAW setiap kali menemukan salah seorang dari sahabatnya bersedih, beliau akan menghiburnya dengan canda dan bersabda; Allah SWT akan menganggap sebagai musuh orang yang berwajah merengut kepada saudaranya.” Dalam hadis yang lain, Rasul SAW bersabda, “Perbuatan terbaik setelah menunaikan shalat adalah menggembirakan hati mukmin, tentu saja dengan cara yang tidak mendatangkan dosa.”

Tentu saja, humor yang dimaksud adalah humor yang dapat membuat orang lain tersenyum atau tertawa tanpa menyakiti hati orang lain. Dalam membangun hubungan sosial, humor yang positif dapat menciptakan keakraban dan keceriaan serta menciptakan perasaan senang yang dapat membuat seseorang lebih mudah disenangi. Sedangkan humor yang mengandung hinaan dan pelecehan adalah jenis humor yang dapat menimbulkan dendam dan permusuhan.  

Dalam pandangan Islam, humor dianggap sebagai salah satu akhlak mulia. Meski demikian, Islam mengecam perbuatan ekstrim, termasuk dalam humor dan canda. berlebih-lebihan dalam humor adalah sesuatu yang dilarang. Humor berlebihan dapat mematikan hati manusia. Keseringan dalam bergurau juga tidak disarankan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Bergurau terlalu banyak akan menghilangkan wibawa”. Selain itu, hal yang juga penting diingat adalah tidak mencampurkan humor dengan kebohongan. Rasul SAW bersabda, “Hindarilah kebohongan walau itu dalam bentuk canda.” (ANN/FH)

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.