Bungkamnya PBB dan Kutukan Dunia untuk Israel

Foto: salam-online.com

Foto: salam-online.com

Islaminesia.com – Minggu (13/9/2015) kemarin, puluhan polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa, Jerusalem Timur, Palestina. Serangan itu tepat beberapa jam sebelum perayaan hari ‘Rosh Hashanah’, awal Tahun Baru Yahudi.

Bentrok pun tak terhindarkan antara polisi Israel dan warga Paletina yang berusaha mempertahakan Masjid Al Aqsa. Kerusuhan berlanjut hingga hari ke tiga, Selasa (15/9/2015).

Polisi bersenjatakan granat kejut dan gas air berusaha untuk membubarkan warga yang melakukan barikade di plaza luar masjid yang dianggap sakral oleh umat muslim tersebut. Dalam bentorkan terbaru, 26 warga Palestina terluka.

“Serangan polisi (Israel) menggunakan peluru karet dan granat kejut membuat pemuda Palestina berkumpul melindungi Al Aqsa,” tulis kantor berita Ma’an.

Aksi ‘biadab’ Israel ini sontak menuai kecaman dari pemimpin negara-negara Islam. Raja Yordania memperingatkan Pemerintah Israel untuk menghentikan aksi penyerangan masjid suci umat Islam itu.

“Setiap provokasi lainnya di Yerusalem akan mempengaruhi hubungan antara Yordania dan Israel,” ujar Raja Raja Abdullah II, seperti dikutip dari Arabnews.com, Selasa (15/9/2105).

Namun sayangnya, Yordania tak bisa berbuat banyak. Yordania memiliki perjanjian damai dengan Israel di tahun 1994, setelah perang Teluk yang pecah pada tahun 1967.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan tindakan Israel sudah di luar batas. “Rakyat Palestina tidak akan diam saja melihat tentara asing menyerang tempat ibadah suci kami,” ujarnya.

Perdana Menteri Palestina Rami al-Hamdallah juga memperingatkan masyarakat internasional bahwa eskalasi serangan Israel di Timur al-Quds (Yerusalem) akan memicu konflik di seluruh wilayah.

“Pemerintah Israel akan menanggung konsekuensi dari kebijakan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa,” tegasnya.

Izzat al-Rishq, anggota terkemuka dari gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyebut aksi penyerbuan kompleks masjid al-Aqsha oleh polisi Israel tersebut sebagai kejahatan perang.

Negara Islam lain yang juga mengecam aksi Israel yakni Mesir, meski negara ini satu-satunya negara Arab yang menjalin pakta damai dengan Israel.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk penggunaan gas air mata dan bom suara sebagai eskalasi yang tak bisa diterima terhadap tempat-tempat suci muslim di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki juga mengecam keras serangan ke Masjid Al-Aqsa. Turki juga mendesak Zionis Israel agar mengakhiri pelanggaran yang dilakukan pasukan Israel atas kebebasan beribadah bagi umat Islam di Masjid Al-Aqsa, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Sementara itu, Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) hanya mampu menyampaikan rasa prihatin, seperti yang lalu-lalu. Dewan Keamanan PBB hanya meminta Israel untuk menahan diri dan menaati peraturan di wilayah al-Aqsha. 

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, baru-baru ini menyatakan keprihatinan serius atas kekerasan dan bentrokan yang terus terjadi di dalam dan sekitar kompleks Masjid al-Aqsha.

Sikap diam PBB tersebut jelas menuai kritik. Riyad Mansour, duta besar Palestina untuk PBB pada Kamis (17/9) mengecam 15 anggota tetap PBB atas kegagalan mengutuk dan tidak berbuat apa-apa atas kejahatan Israel.

Ia juga menegaskan, negara-negara Muslim tidak akan meninggalkan Palestina untuk membela Al-Aqhsa. (II/NF/Berbagai Sumber)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.