Tauhid : Napas dan Spirit Perjuangan

Sumber: mendakisurga.wordpress.com

Sumber: mendakisurga.wordpress.com

Islaminesia.com -Pesan pertama dan paling utama yang disampaikan oleh para nabi sebagai utusan Tuhan adalah seruan untuk bertauhid. Tauhid adalah pegangan pokok dalam keyakinan seseorang akan adanya Tuhan. Berbicara tauhid tidak hanya sebatas konsep atau bukan pula sekedar bukti-bukti rasional tentang kebenaran dan keesaan Tuhan. Namun, lebih kepada  implementasi dan pengaplikasian tentang kebenaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tauhid menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia dari berbagai dimensi, dan memberikan konsekuensi dari pengaplikasian atau tidaknya tauhid tersebut. Pada dasarnya  setiap manusia memiliki nilai ketauhidan dalam dirinya. Tujuan tauhid dari semua agama adalah membina manusia dalam semua aspek: fisik, mental, spiritual, moral dan aspek sosialnya.

Pada dasarnya, tauhid merupakan spirit untuk melawan segala bentuk penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh antek-antek Zionis. Selain itu, nilai tauhid yang diyakini manusia mampu memunculkan potensi dahsyat dalam diri, sehingga mereka tak mudah putus asa, terjebak pada ketakutan, pesimisme, keterbatasan, egoisme, dan keuntungan sesaat. Berbeda halnya dengan orang yang tak menyadari nilai tauhid, mereka akan cenderung berpikir jangka pendek dan hanya akan melakukan sesuatu untuk kepentingan pribadinya yang akan membawa pada kehancuran.

Dalam konsep antropologi, nilai adalah unsur terpenting dalam diri manusia yang menjadi pondasi dalam kehidupan sehari-hari. Lahirnya sebuah peradaban dan perubahan sosial berangkat dari sebuah nilai. Ketika nilai itu diarahkan pada keburukan, maka ia akan mengarah pada kehancuran. Begitupun sebaliknya, ketika nilai itu diarahkan pada kebaikan maka akan lahir sebuah peradaban yang baik pula.

Oleh sebab itu, seseorang yang ingin menciptakan sebuah perubahan sosial terlebih dahulu harus meningkatkan kualitas dirinya. Sebab, perubahan itu bisa terwujud jika didasarkan atas ideologi tauhid. Sehingga nilai ketauhidan bisa termanifestasi dalam tingkah laku dan kebiasaan. Bukan hanya itu, agar tercipta suatu  peradaban yang bernapaskan tauhid,  para agen revolusi juga harus menyadarkan masyarakat akan pentignya nilai ketauhidan, agar mereka juga tergerak untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan dzalim dan kesewenang-wenangan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar Raad: 11.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Realitas yang terjadi hari ini bahwa adanya pembiaran-pembiaran ketidakadilan, dan fenomena kejahatan serta penindasan yang ada di lapisan masyarakat adalah hilangnya kesadaran nilai tauhid dalam diri. Sehingga, semua perbuatan yang dilakukan tidak memiliki kaitan dengan Pencipta.

Salah satu faktor penyebab hilangnya kesadaran akan nilai tauhid  adalah dominasi budaya barat yang merasuk ke dalam jiwa masyarakat. Hegemoni pola pikir cenderung mengantarkan masyarakat pada keyakinan tidak ada kehidupan selanjutnya setelah dunia, sehingga perbuatan-perbuatan yang ada sebatas mencari kesenangan duniawi saja.  Salah satu contoh adalah hilangnya nilai dan budaya tolong-menolong. Nilai ini terus tergerus oleh kepentingan individu, sehingga bersikap apatis terhadap masyarakat disekitarnya yang membutuhkan pertolongan.

Disadari atau tidak budaya barat telah merasuk dalam diri masyarakat kita lewat berbagai bentuk. Salah satunya adalah tayangan televisi. Betapa banyak orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan fitrahnya akibat pengaruh dari tayangan televisi. Perampokan, pemerkosaan, narkotika, dan bahkan pembunuhan adalah bukti kongkrit. Sudah menjadi kewajiban bagi kita yang sadar akan nilai untuk meningkatkan kualitas diri baik dari sisi spiritual, maupun intelektual untuk melakukan perubahan sosial. Tantangan untuk melakukan perubahan memang bukan hal patut disepelekan, namun  dengan adanya kesadaran berpikir dan bertindak yang kuat dan ada dalam diri seseorang maka peradaban masyarakat yang baik itu bisa terwujud.

Dengan demikian, tampaklah bahwa tauhid tidak sekedar menjadi doktrin keagamaan yang statis. Ia adalah energi aktif yang mampu membuat manusia menempatkan Tuhan sebagai Tuhan, dan memanusiakan manusia. Penjiwaan terhadap makna tauhid sebuah spirit dan napas perjuangan tidak hanya membawa manfaat dan kemashlahatan individual, melainkan tatanan masyarakat yang bermoral, santun, manusiawi, bebas dari diksriminasi dan ketidakadilan. (MH/JN)

Wallahu A’lam

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.