Paradigma Hidup Sehat Ala Rasul

Sumber Foto: selasar.com

Sumber Foto: selasar.com

Islaminesia.com–Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat disebut sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan tubuh dan lingkungan. Beliau bersabda, “Tiada kebaikan dalam hidup kecuali jika dibarengi kesehatan.” Menurut Nabi SAW, kesehatan seseorang hanya akan diperoleh apabila seseorang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya. Dan faktor penting dalam menjaga kesehatan adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat, bergizi dan bersih. Bahkan, beliau memandang ini sebagai ibadah, sebagaimana sabdanya, “Kebersihan adalah sebagian dari Iman.”

Jauh sebelum sains medis modern tumbuh dan berkembang, Rasulullah telah lebih dulu mempraktikkan dan mencontohkan gaya hidup sehat. Bahkan, dalam bukunya Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, Husain Heriyanto menyebutkan bahwa menurut C.A Qadir, pernyataan Rasulullah bahwa seluruh penyakit dapat disembuhkan menjadi alasan pertama tumbuhnya minat para sarjana muslim dalam mencurahkan perhatian terhadap sains medis.

Nabi yang mulia dengan keluasan ilmunya, belasan abad yang lalu telah mengetahui efek-efek pengobatan berbagai macam zat, seperti madu dan minyak zaitun. Juga mengetahui berbagai nutrisi yang terkandung dalam berbagai kategori makanan, seperti buah, sayur-mayur, daging segar, susu, yougurt, dll. Belasan abad yang lalu, beliau telah mengingatkan pentingnya mencuci tangan sebelum dan setelah makan, menjaga kebersihan gigi dan mulut, menyapu (membersihkan rumah), dll. Bahkan, sebagaimana yang dianjurkan oleh sains medis modern tentang pola konsumsi yang sehat dan seimbang, telah lebih dulu menjadi motto dalam pola konsumsi yang diajarkan oleh Islam, yakni mengisi sepertiga lambung dengan makanan, sepertiga dengan air, dan sisa sepertiganya lagi dengan udara.

Islam yang dikenal dengan perhatiannya terhadap segala sendi kehidupan, juga mencontohkan pola tidur yang sehat melalui Rasulnya yang mulia. Rasulullah SAW biasanya tidur di awal malam kemudian bangun di akhir malam. Beliau berbaring dengan sisi kanan tubuh dan meletakkan tangan kanannya di pipi kanan. Dalam kajian medis modern, posisi tidur sebagaimana dicontohkan oleh Rasul, bermanfaat untuk mengistirahatkan otak kiri serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru.     

Husain dalam bukunya menyebut nabi sebagai seorang naturalis dalam bidang medis, karena beliau menganjurkan obat dari jenis tanaman dan makanan. Menurutnya, melalui ajaran yang dicontohkan Rasulullah, paradigma medis dalam Islam adalah menempatkan kesehatan dan menjalani hidup secara seimbang. Dimana hal ini merupakan prinsip utamanya. Tambahnya lagi, pernyataan bahwa kesehatan menjadi perhatian utama dalam dunia medis Islam bukan sekedar ungkapan klise belaka. Karena dalam kenyataannya sekarang, dunia medis lebih disibukkan oleh hal-hal teknis-kuantitatif dan melupakan tujuan utama medis itu sendiri, yaitu memelihara kesehatan. Pandangan mekanistik Cartesian yang menganggap bahwa tubuh manusia sebagai mesin yang bisa dianalisis per bagian-bagian sehingga tubuh yang sakit diperlakukan seperti mesin yang rusak, menurutnya, masih dominan dalam praktik kedokteran modern. Sehingga kadang lupa bahwa kesehatan tubuh memiliki hubungan erat dengan hal-hal yang bersifat kualitatif, seperti gaya hidup, ketenangan jiwa, rasa takut, cemas, dan sebagainya. (ANN/FH)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.