Cinta: Makna dan Pengaruhnya

agar-selalu-cintaIslaminesia.com – Salah satu metode menuju kesempurnaan yang disediakan oleh Allah SWT adalah Kecintaan. Mengapa? Karena dengan cinta, sesuatu dapat berubah menjadi substansi yang dicintai. Itulah sebabnya, dalam ajaran Islam senantiasa mengajarkan umatnya tentang hal ini, sampai ada ungkapan “Agama adalah cinta dan tidak beragama orang yang tidak memiliki cinta.” Karena cinta bersifat fitrawi, maka sesungguhnya tidak membutuhkan sebab-sebab yang ada di luar dirinya. Maka titik tekannya bukan pada cinta itu sendiri tetapi pada pelaku cinta. Sehingga, tahapan selanjutnya yang lebih penting adalah ke mana dan kepada siapa cinta kita harus disandarkan. Sebab, Allah sesungguhnya menciptakan hati untuk satu cinta.

Apa sesungguhnya defenisi cinta itu? Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij al-Salikin menyebutkan bahwa “Cinta tidak dapat digambarkan atau didefinisikan lebih jelas kecuali dengan cinta lagi. Defenisi cinta adalah wujud cinta itu sendiri.” Jadi cinta melahirkan cinta. Mengapa cinta begitu penting? Karena cinta adalah tujuan tertinggi dari penciptaan alam. Alam semesta berdiri di atas dasar cinta.

Syekh ibn Al-Ra’is Kermani menyebutkan bahwa ada lima macam cinta :

  1. Cinta yang bersumber dari hawa nafsu. Cinta jenis ini bersandar kepada kecenderungan seksual dan kecantikan, dan sangat tidak bernilai.

  2. Cinta yang muncul dari naluri, seperti cinta seekor binatang kepada kerabatnya. Cinta jenis ini lebih baik dari jenis cinta yang pertama, namun masih bersifat materi.

  3. Cinta yang timbul dari hati dan bersemayam dalam hati. Mungkin, maqam cinta dan ikatan-ikatan yang bersifat spiritual termasuk jenis ini.

  4. Cinta yang tumbuh dari Iman. Ini jenis cinta yang sangat berharga.

  5. Cinta yang bersumber dari maqam wilayah dan terkait dengannya. Seperti cinta Rasulullah SAW dan Sayyidina Husain. Rasulullah SAW tahu bahwa Sayyidina Husain akan mengorbankan dirinya untuk menyebarluaskan agamanya.

Lantas bagaimana pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh cinta atau kecintaan itu dalam membentuk perilaku kita? Berkenaan dengan hal tersebut, Jalaluddin Rakhmat dalam “Psikologi Komunikasi” mengutip Herbert C. Kelman, seorang psikolog sosial, menyebutkan hal yang mengubah tingkah laku seseorang. Seseorang patuh kepada seseorang yang lain dengan tiga macam kepatuhan, yaitu: Pertama, Kepatuhan Fisik. Ini pengaruh yang paling dangkal. Orang patuh kepada seseorang karena kuatir kehilangan sesuatu yang menguntungkan atau mengundang sesuatu yang merugikan. Dia mengikuti saja apa yang dikatakan oleh orang yang diikutinya, tetapi hatinya tidak patuh. Kepatuhan fisik terjadi apabila komunikator memiliki kekuasaan. Kedua,Internalisasi. Pengaruh ini lebih dalam dari yang sebelumnya. Orang mengikuti seseorang karena ia yakin orang itu benar. Ia memasukkan kebenaran itu sebagai bagian dari kepribadiannya. Hal ini terjadi apabila kamunikatornya memiliki kredibilitas, misalnya memiliki keahlian atau keterampilan. Ketiga, Identifikasi atau Kepatuhan Hati. Inilah tingkat kepatuhan yang paling tinggi. Kepatuhan ini terjadi ketika komunikatornya kita senangi, kita cintai. Seseorang meneladani orang lain karena mereka membentuk identitas dirinya dengan menisbahkannya atau menyandarkannya kepada orang tersebut. Dalam identifikasi, setiap orang berusaha untuk ingin seperti atau betul-betul menjadi orang lain itu. Anak kecil yang meniru orang tuanya, murid yang mencontoh perilaku gurunya atau fans yang mengambil tingkah laku idolanya adalah contoh-contoh identifikasi. Bagaimana identifikasi terjadi? Karena cinta. Inilah makna ucapan Nabi SAW : Anta ma’a man ahbabta. Kita akan selalu bersama orang yang kita cintai.

Dalam “Al-Mahabbah wa Rahmah” Habibullah Farakhzad menguraikan makna cinta serta pengaruh yang dapat ditimbulkannya, antara lain :

  • Cinta sebagai Dasar Hukum Allah SWT

Dengan memperhatikan ayat-ayat Quran dan hadis, dapat disimpulkan bahwa seluruh hukum yang dikeluarkan berdasarkan atas cinta. Segala sesuatu yang dapat mempererat cinta maka hukum yang keluar adalah wajib atau mustahab. Shalat kita adalah hubungan kita dengan Allah SWT, yang menciptakan kecintaan di antara Allah dengan makhluk-Nya. Puasa mendatangkan kedekatan dan kemesraan di antara hamba dengan Tuhannya. Begitu pula dengan seluruh ibadah yang lain. Adapun segala sesuatu yang memperlemah atau melenyapkan hubungan cinta di antara Allah dengan makhluk-Nya maka berlaku haram atau makruh. Demikian pula kaitannya dengan hubungan di antara makhluk. Segala sesuatu yang dapat melenyapkan hubungan cinta di antara makhluk, seperti memutuskan hubungan silaturrahim, durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa dan haram. Sebaliknya hal-hal yang dapat mempererat hubungan cinta di antara makhluk, semuanya diperintahkan atau wajib, seperti menjalin silaturrahmi, berbuat baik, memberikan hadiah, menunjukkan rasa cinta, dan sebagainya.

  • Cinta Merubah Substansi Wujud

Pernahkah sampai kepada kita, kisah tentang anjing Ashabul Kahfi: Suatu hari, anjing Ashabul Kahfi yang selalu mengikuti manusia itu pun berubah menjadi manusia. Karena anjing itu mencintai manusia-manusia Ilahi maka esensinya pun berubah menjadi manusia dan ikut masuk ke dalam surga. Unta Imam Ali as-Sajjad akan dibangkitkan bersama Imam Sajjad di surga. Karena sang unta mencintai Imam Sajjad dan Imam mencintainya. Banyak riwayat yang berbicara tentang cinta yang dapat mengubah substansi sesuatu.

Dalam riwayat disebutkan tentang sebuah pohon kering di area Masjid Nabi Muhammad SAW. Seringkali Nabi SAW bersandar pada pohon kering itu ketika sedang berbincang dengan sahabatnya. Seorang ibu atas dasar kasih menawarkan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, anak saya seorang tukang kayu. Izinkan dia membuatkan mimbar tiga anak tangga bagi Anda.” Ia pun membuatkan mimbar. Rasulullah SAW pun tak lagi bersandar pada pohon kering itu, karena memilih duduk di atas mimbar. Kemudian terdengar rintihan yang menyayat hati dari pohon kering itu, persis seorang ibu yang ditinggal mati anaknya. Penyair berkata, “Pohon kering merintih karena ditinggalkan Rasulullah SAW, seperti orang yang mempunyai akal.” Imam Ja’far Shadiq berkata, “Mendengar itu Rasulullah SAW turun dari mimbar lalu memeluk pohon kering itu, mengusap dan menghiburnya. Andai saja Rasulullah SAW tidak melakukan itu maka hingga hari kiamat pohon itu akan terus merintih, dan rintihannya terdengar oleh manusia.” Penyair berkata, “Cahaya Musthafa menghibur pohon kering yang merintih, kalian tidak lebih rendah dari kayu, karena itu merintihlah…merintihlah.”

  • Cinta Menciptakan Kesamaan

Apa yang menyamakan di antara Rasulullah SAW dan Tsauban, budak beliau? Rasulullah SAW berada pada derajat tertinggi sedang dia seorang budak. Tidak ada kesamaan di antara keduanya. Namun cintalah yang kemudian menciptakan persamaan pada mereka. Tsauban sangat mencintai Rasulullah SAW. Suatu hari Rasulullah SAW melihat wajah Tsauban pucat pasi. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Ada apa?” Tsauban menjawab, “Saya sedih saat memikirkan bahwa saya akan berpisah dari Anda. Kalau pun saya berada di surga, tentu Anda berada di surga derajat tertinggi sedangkan saya berada di surga derajat bawah. Pikiran ini selalu mengganggu saya.”

Cinta Tsauban kepada Rasulullah membuat Jibril turun membawa ayat terbaik ini: “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa [4] : 69)

Zaid bin Haritsah adalah seorang budak yang dibeli dan diasuh Rasulullah SAW. Beliau sangat menyukainya hingga memberinya nama Zaid Al-Hubb yang termaktub dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 37. Tanpa wudhu seseorang tidak boleh menyentuh namanya yang disebut di dalam Al-Quran. Tidak ada hubungan keluarga sama sekali antara Zaid dengan Rasulullah SAW kecuali kecintaan di antara mereka. Cinta inilah yang telah menciptakan kesamaan di antara mereka. Karena itu, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga.”

Dalam hadis dikatakan, Rasulullah SAW memegang tangan Hasan dan Husain (salam atas mereka) lalu bersabda: “Siapa yang mencintai dua anak ini, serta bapak dan ibunya maka pada hari kiamat dia akan berada satu derajat denganku di surga.” 

  • Cinta adalah Poros Kesatuan

Bila cinta dan kesatuan telah berlaku di antara anak manusia, dan mereka telah dapat merasakan manisnya cinta, maka hati dan tujuan mereka akan menjadi satu. Jika dua hati sudah menyatu maka yang ketiga adalah Allah. Dengan begitu seluruh kebaikan ada di sana. Dan bagi para pemilik hati yang menyatu, keadaan itu berarti surga. Dan surga adalah tempat di mana tidak ada sama sekali kotoran danm perselisihan. Tuhan-tuhan yang lain menyingkir dan yang ada hanya Allah. Ucapan la ilaha illallah berarti tujuan hanya satu. Imam Khomeini berkata, “Jika seratus dua puluh empat nabi semuanya berkumpul dalam satu tempat, niscaya mereka tidak akan berselisih. Karena tujuan mereka satu, meskipun horizon masing-masing berbeda.” Yang satu adalah nabi untuk daerahnya sendiri, yang lain lagi merupakan ulul azmi, dan satunya lagi seperti Nabi kita Muhammad SAW, yang diutus untuk seluruh manusia, bahkan untuk seluruh makhluk.

Selanjutnya, bagi seorang pecinta, ia akan mengalami efek atau pengaruh dari apa yang dicintainya. Paling tidak ada dua hal yang dapat diperhatikan, antara lain:

Pertama, perilaku, pikiran, perasaan dan tindakannya akan sangat dipengaruhi oleh apa dan siapa yang dicintainya. Cintailah Rasulullah, maka ia akan menjadi pusat perhatian Anda. Kapan saja Rasulullah diperbincangkan orang, Anda akan bersemangat untuk menyimaknya. Anda senang mempelajari sejarah dan perjuangannya. Anda akan menggabungkan diri dengan para pecinta Rasulullah. Kebahagiaan terbersit ketika menyaksikan orang memuliakan beliau. Namun, duka cita muncul saat mengingat tragedi dan penderitaan yang menimpa beliau.

Kedua, jika kita mencintai seseorang, maka kita akan berusaha untuk berperilaku seperti orang itu. Lihatlah, para anak muda meniru idolanya. Bila kita mencintai Rasulullah, maka semestinya kita akan berusaha meniru beliau atau menyerupainya. Sangat sulit untuk menjalankan tuntunan dari beliau tanpa ada kecintaan kepadanya. Meneladani perilaku Rasulullah tidak dapat diajarkan dengan mempelajarinya. Kita harus memasukkan cinta Rasulullah dalam hati kita. Begitu cinta sudah tertanam dalam hati, dengan mudah kita akan meneladani Rasulullah SAW dalam setiap gerakan dan tindakan kita.

Akhirnya, Cinta melenyapkan seluruh batas pemisah dan menghancurkan seluruh sifat mementingkan diri sendiri. Cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah setan menjadi malaikat. Sungguh, cinta adalah eliksir yang sangat mengagumkan. Mawlana Rumi berkata: “Tidak ada eliksir yang dapat menandingi eliksir cinta.”

Tengoklah sekali lagi, apa yang terjadi disebabkan kecintaan. Bagaimana Sayyidah Zahra telah menyediakan kain kafan bagi Salman al-Farisi sejak jauh-jauh hari. Ketika Amirul Mukminin Ali kw mendatangi jenazah Salman di Mada’in, tubuh Salman telah dingin. Amirul Mukminin masuk untuk memandikan jenazahnya, tiba-tiba Salman bangun sejenak lalu duduk dan berkata, “Salam sejahtera atasmu wahai Amirul Mukminin,” kemudian tubuhnya jatuh kembali. Bagaimana ini terjadi? Semua disebabkan oleh cinta. Sebuah ungkapan berbunyi: “Karena cinta, orang mati hidup kembali. Karena cinta, raja menjadi hamba sahaya.” (Redaksi)

 

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

2 Responses to "Cinta: Makna dan Pengaruhnya"

  1. India  27 Mei 2016 at 10:22 pm

    That’s a creative answer to a dilicfuft question

    Balas
  2. cheap car insurance  5 Juni 2016 at 5:19 am

    It is important is that you need to pay. There really isn’t rocket science. In the event that you don’t own a home insurance or doesn’t have insurance or butdeductible as far as I will be someone who is less as it once was, the benefits of commercial papers, municipal bonds, government securities and exchange information with reference to purchasersalone during a medical bill for the information to the AA or RAC websites, where you’ll save money. Comprehensive is another great reason to come from driving cars in North therehow it can be worth it in a few types of boats and racing gear you install in your thirties and up. You’ll do well to look anywhere. Some of Internetstatistics and to make it harder by trying out because it doesn’t give the car was damaged, you will always check to help you put it another way. If you tothan two tickets could lead to low cost car insurance, a few tips to help yourself to go for your coverage-and that number close to the consumer. Health insurance, Auto Etc,manager, it had not been involved in. Be financially savvy. Being reserved about your own car or have the chance to see what the credit score is so easy to Also,for you that working with an agent. It is a lien against them if they don’t want to know the obligations that helplessly snowball. No matter where you can quite andcareless, he/she violates their legal professional should be treated – but be sure that we all have to worry about such things.

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.