3 Sikap Orang Tua Yang Dapat Membunuh Kepercayaan Diri Pada Anak

101248_620Islaminesia.comKepercayaan diri pada anak sangat bergantung dari pendidikan dari orang tua. Anak yang tumbuh dengan karakter pemalu dan mengalamai kesulitan dalam berinteraksi sosial menjadi hal yang sangat membahayakan bagi tumbuh kembang anak. Banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa pola pendidikan yang diterapkan di lingkungan keluarga yang dianggap baik justru sebaliknya berimplikasi negatif pada anak.

Berikut tiga hal yang dapat membunuh kepercayaan diri pada anak yang mesti dihindari oleh orang tua seperti dilansir Family Share, Selasa 14 Juli 2015.

  1. Menyepelekan Kemampuan Anak

Anak-anak akan sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau sesuatu yang Anda minta padanya. Hal ini tentunya karena mereka masih kecil dan perlu banyak belajar dan berproses untuk melakukan banyak hal. Namun ada banyak orang tua yang langsung menegur anak dengan nada menyepelekan tanpa mengetahui bahwa si anak masih berproses. Biasanya orang tua akan mengatakan. “Itu kan sangat mudah, masak kamu tidak bisa.”. Dengan pernyataan seperti ini, secara tidak langsung Anda telah meruntuhkan kepercayaan diri anak Anda. 

Anak akan merasa begitu bodoh dan berpikir soal semudah itu saja tidak bisa diselesaikannya. Anak juga akan kecewa dan merasa bersalah sendiri. Sebab, mereka tidak bisa membanggakan Anda, orang tuanya.

  1. Mengambil Alih Tugas Anak

Anda mungkin mengerjakan semua tugas rumah tangga. Termasuk merapikan tempat tidur anak. Atau mungkin Anda mengambil alih dan mengerjakan tugas sekolah Anak.

Itu bukan ungkapan rasa sayang, melainkan sikap tersebut dapat mengirim sinyal kepada anak, ‘Kamu tidak bisa mengerjakannya’.

  1. Panik Ketika Anak Melakukan Kesalahan

Semua anak pasti pernah melakukan kesalahan. Dan mereka belajar dari kesalahan tersebut melalui respons Anda. Jika Anda panik ketika anak melakukan kesalahan, anak akan sangat terpukul karena hal itu.

Itulah tiga hal yang perlu dihindari dalam mendidik anak Anda. Anak-anak punya proses yang panjang dalam memahami banyak hal. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda perlu menjadi navigator yang baik dalam mendidik anak Anda dan menuntun mereka menjadi lebih baik. InysaAllah. (II/AA)

Berikan Tanggapan Anda

komentar untuk artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.